kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini penjelasan PLN soal utangnya yang gendut


Selasa, 14 Juli 2015 / 17:00 WIB
Ini penjelasan PLN soal utangnya yang gendut


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengakui beban utangnya terlalu besar. Perusahaan penyedia listrik ini meminta tak seluruh utang dibebankan pada perusahaan. 

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menjelaskan, ada perbedaan pengakuan utang menurut PLN dan pemerintah. Dia bilang, Presiden Joko Widodo juga mempertanyakan terkait perbedaan pengakuan utang tersebut. 

"Benar, presiden mempertanyakan soal utang itu, dan akan kita persiapkan persisnya sperti apa," ujar Sofyan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (14/7).

Ia menjelaskan, ada sebagian utang perusahaan swasta, yang menjadi mitranya dalam proyek listrik atau Independen Power Plan (IPP) yang masuk menjadi utang PLN. Itu terjadi karena imbas Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) nomor 8 terkait aktivitas transaksi tertentu yang mengandung sewa. Namun, Sofyan tidak menjelaskan transaksi yang dimaksud.

Ia hanya menjelaskan, pemerintah seharusnya mau menerima penjelasan PLN. Sebab, jika utang IPP itu dikeluarkan PLN perusahaan bisa melakukan ekspansi lebih baik.

Dengan utang yang lebih sedikit maka kemampuan PLN untuk meminjam uang lebih baik. Jumlah utang IPP yang diakui utang PLN itu diperkirakan mencapai 40% dari total utang. Berdasarkan laporan keuangan PLN pada kuartal III-2014, jumlah utang PLN mencapai Rp 471,06 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×