kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ini komentar masyarakat soal kenaikan harga BBM


Senin, 01 September 2014 / 21:34 WIB
ILUSTRASI. Jumat (17/3) IHSG dibuka menguat 38 poin ke level 6.603 (KONTAN/Baihaki/30/12/2022


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rencana presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebagai jalan untuk menekan defisit anggaran, ditanggapi berbeda oleh beberapa warga. Yani, seorang tukang ojek di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, mengaku pasrah jika akhirnya pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi.

"Saya pasrah saja. Mau demo seperti apapun kalau pemerintah bilang naik, ya pasti naik," ujar Yani, saat ditemui di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Senin (1/9).

Widiati, seorang pedagang makanan di Setiabudi, Jakarta Selatan, mengatakan, tidak setuju terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurut dia, kenaikan BBM akan membuat harga-harga bahan pokok menjadi semakin tinggi.

Meskipun demikian, Heri, karyawan swasta yang tinggal di Menteng Atas, Jakarta Pusat, meminta agar harga BBM cepat dinaikan oleh pemerintah. "Lebih baik dinaikan saja sekalian. Selama ini orang-orang kaya dan pengusaha juga kok yang beli BBM subsidi, jadi nggak perlu dibatasi jumlahnya," kata Heri.

Rencana menaikan harga BBM bersubsidi, menurut Jokowi merupakan langkah untuk mengatasi defisit anggaran. Anggaran untuk BBM bersubsidi dirasakan terlalu besar. (Abba Gabrillin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×