kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.051   51,00   0,28%
  • IDX 5.682   -258,61   -4,35%
  • KOMPAS100 746   -38,99   -4,96%
  • LQ45 564   -24,83   -4,22%
  • ISSI 196   -9,51   -4,62%
  • IDX30 321   -12,99   -3,89%
  • IDXHIDIV20 398   -13,82   -3,35%
  • IDX80 85   -4,10   -4,62%
  • IDXV30 109   -4,53   -3,99%
  • IDXQ30 104   -4,02   -3,72%

Ini keterangan saksi Aqua di persidangan KPPU


Selasa, 12 September 2017 / 18:22 WIB


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kubu produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua Tirta Investama mengaku surat elektronik terkait degradasi start outlet (SO) bermula dari permasalahan pribadi.

Hal itu disampaikan salah satu karyawan Aqua Sulistyo Pramono saat bersaksi dalam sidangan di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Sulistyo yang merupakan eks key account executive Aqua menceritakan, pada Mei 2016 ia dan tiga rekan yang lain melakukan kunjungan ke SO di kawasan Cikarang.

Salah satu yang dikunjunginya adalah toko Vanny alias Tjun Tjun. "Saat berkunjung, saya melihat banyak produk Sanaqua dan Le Minerale," ungkap Sulistyo.

Ia menyatakan, pemilik toko Agus mengaku penjualan Sanaqua dan Le Minerale sedang "kencang-kencangnya".

Apalagi saat itu, Lanjutnya, Agus mengaku keuntungan lebih didapat dari penjualan Le Minerale sebesar Rp 7.000 per box untuk ukuran 600 ml.

Sementara, keuntungan Aqua hanya sebesar Rp 3.000 per box. "Jadi ketika saya tanya, pak Agus pilih jadi SO Aqua atau Le Minerale? Pak Agus milih Le Minerale," lanjut Sulistyo.

"Saat itu juga pak Agus mulai marah-marah, ngata-ngatain saya. Atas hal itu, saya mengirimkan surat elektronik ke atasan saya dengan bahasa hiper bola dan dilebih lebih kan," tambahnya.

Kendati begitu, dari kubu investigator KPPU seperti tidak percaya begitu percaya. Sebab, surat elektronik yang bersubjek degradasi SO menjadi WO itu di awal dengan kalimat, "Sehubungan dengan salah satu satu upaya untuk menghambat pertumbuhan kompetitor. Dianggap perlu untuk mendegradasi SO menjadi WO."

Sulistyo pun belum juga menjawab apa motif mengirim surat elektronik tersebut. Sebab, surat tersebut dikirim melalui alamat email pribadi perusahaan Sulistyo sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×