kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini empat misi pemerintah dan BI yang diusung di pertemuan IMF-Bank Dunia


Senin, 08 Oktober 2018 / 19:47 WIB
Ini empat misi pemerintah dan BI yang diusung di pertemuan IMF-Bank Dunia
ILUSTRASI. PERSIAPAN PERTEMUAN IMF-WB

Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB) yang berlangsung di Bali pekan ini, Indonesia ingin mendorong sejumlah agenda domestik agar bisa didengar oleh dunia. Pertemuan ini akan dihadiri para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, agenda utama yang akan disampaikan Indonesia adalah pembentukan pertumbuhan ekonomi global sehingga dinamika perekonomian dunia yang tidak hanya didominasi negara-negara maju seperti Amerika Serikat, tetapi juga emerging markets.


"Agar terjadi penguatan koordinasi harmonisasi kebijakan antarnegara untuk bersama-sama memulihkan ekonomi global dan mengatasi ketidakpastian global,” kata dia dalam paparan media Pertemuan Tahunan IMF - World Bank 2018, Nusa Dua, Bali, Senin (8/10).

Perry menyebutkan, dalam pertemuan itu, Indonesia juga akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi global yang lebih seimbang.

"Harmonisasi kebijakan juga terkait normalisasi kebijakan moneter, kenaikan suku bunga, ketegangan perdagangan di berbagai negara, agar pemulihan ekonomi global lebih seimbang," ujarnya.

Adapun misi kedua Indonesia adalah memperbanyak alternatif untuk pembiayaan infrastruktur agar tidak hanya mengandalkan instrumen fiskal anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Selama hampir lima tahun progres infrastruktur Indonesia sangat besar dan cepat serta termasuk yang dipuji banyak negara. Ini akan menjadi juga isu yang akan kita angkat. Kami ingin perjuangkan agar pembiyaan infrastruktur tidak hanya dibiayai APBN, BUMN tapi juga swasta," kata Perry.

Misi ketiga, bagaimana mendorong ekonomi dan keuangan digital untuk kemajuan ekonomi Indonesia. "Keuangan digital termasuk bagaimana bisa mengembangkan UMKM, fintech dan juga memperluas perusahaan-perushaan rintisan," katanya

Misi keempat, Indonesia ingin mengembangkan ekonomi dan keuangan berbasis prinsip syariah agar tidak tertinggal dari negara lainnya yang sudah menjadikan syariah sebagai landasan ekonomi negara-negara lain. Selain itu, industri halal juga akan didorong.

“Akan terdapat 10 main events, 107 side events. Mencakup sembilan events untuk pembiayaan infrastruktur, 12 events terkait ekonomi digital, dan lima perhelatan terkait ekonomi syariah,” jelas Perry.




TERBARU

Close [X]
×