kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS1.004.000 1,31%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Ini 5 Provinsi dengan Upah Buruh Terendah


Sabtu, 14 Mei 2022 / 05:45 WIB
Ini 5 Provinsi dengan Upah Buruh Terendah


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada Februari 2022, rata-rata upah buruh secara nasional mengalami kenaikan jika dibanding dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Hal itu didapat berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Meskipun demikian jika dilihat berdasarkan provinsi, upah buruh bergerak variatif, di mana separuh dari keseluruhan provinsi mengalami peningkatan upah buruh dan separuhnya lagi mengalami penurunan upah buruh.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2022, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Bengkulu, Lampung, hingga Maluku Utara menjadi sejumlah provinsi yang mengalami penurunan upah buruh paling tinggi.

Dengan adanya penyesuaian upah buruh tersebut, berikut daftar 5 provinsi dengan rata-rata upah terendah per Februari 2022:

Baca Juga: Hari Ini Puncak May Day, Buruh Bakal Padati GBK, Apa Tuntutannya?

1. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Dengan rata-rata upah buruh yang menurun sebesar 9,03 persen secara tahunan, NTB menjadi wilayah dengan upah buruh terendah di Indonesia. Tercatat pada Februari 2022 rata-rata upah buruh di provinsi tersebut sebesar Rp 2,01 juta, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,21 juta.

Bukan hanya secara tahunan, upah buruh NTB juga terkontraksi signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi Covid-19 merebak, di mana pada Februari 2020 rata-rata upah NTB tercatat sebesar Rp 2,46 juta, sehingga jika dibandingkan posisi Februari 2022 menurun 18,47 persen.

Selain itu, nilai rata-rata upah buruh NTB pada Februari 2022 juga lebih rendah dari upah minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar Rp 2,21 juta.

2. Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sama seperti NTB, rata-rata upah NTT terkontraksi sebesar 6,21 persen, dari Rp 2,26 juta pada Februari tahun lalu, menjadi Rp 2,12 juta pada bulan yang sama tahun ini. Dengan besaran rata-rata upah tersebut, NTT mengekor NTB dalam daftar provinsi dengan upah terendah.

Jika dibandingkan dengan Februari 2020, rata-rata upah buruh NTT pada Februari 2022 juga mengalami penurunan sebesar 4,9 persen dari Rp 2,23 juta.

Baca Juga: Per Februari 2022, Inilah Wilayah dengan Upah Buruh Tertinggi

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×