kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Ini 4 tantangan perekonomian Indonesia


Sabtu, 18 Februari 2017 / 16:53 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyatakan fundamental perekonomian Indonesia dalam kondisi yang baik. Akan tetapi, masih ada tantangan yang dihadapi perekonomian Indonesia pada tahun 2017 ini.

Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Yoga Affandi menjelaskan, ada empat tantangan yang dihadapi ekonomi Indonesia. Pertama, risiko kenaikan inflasi.

"Inflasi tetap terkendali meski mengalami tekanan di awal 2017. Inflasi 2016 sangat rendah, tapi di 2017 memang ada kenaikan, beberapa penyebabnya seperti administered prices (komponen harga yang diatur pemerintah), biaya STNK, tarif listrik, pulsa telepon yang menyebabkan sumbangan inflasi tinggi," jelas Yoga pada acara Pelatihan Wartawan BI di Bandung, Sabtu (18/2).

Tantangan kedua adalah tekanan nilai tukar akibat berbagai macam tantangan dari perekonomian dunia. Akan tetapi, kata Yoga, fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara di kawasan regional.

Dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang baik dan kuat, maka nilai tukar rupiah dapat stabil. Yoga menyatakan, bank sentral akan terus melakukan berbagai upaya dalam menstabilkan nilai tukar rupiah.

Tantangan ketiga adalah apabila inflasi tidak dapat dikelola dengan baik, maka dampaknya akan berimbas kepada produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Yoga menuturkan, ini khususnya akan berdampak kepada masyarakat berpendapatan rendah.

"Terutama yang lower income bisa tergerus dengan kenaikan inflasi terhadap purchasing power (daya beli)," tutur Yoga.

Tantangan keempat, tantangan yang diwaspadai oleh bank sentral adalah rigiditas suku bunga pinjaman. Yoga menyatakan, bank sentral merespon tantangan ini dengan mendorong kebijakan makroprudensial. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×