kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.694   13,00   0,07%
  • IDX 6.490   -44,71   -0,68%
  • KOMPAS100 861   -5,54   -0,64%
  • LQ45 654   -4,94   -0,75%
  • ISSI 224   -0,58   -0,26%
  • IDX30 363   -3,19   -0,87%
  • IDXHIDIV20 453   -4,83   -1,06%
  • IDX80 98   -0,61   -0,62%
  • IDXV30 125   -0,83   -0,66%
  • IDXQ30 117   -1,09   -0,93%

Inflasi Tahunan Naik Jadi 3,19% di Agustus 2026, Didorong Makanan, Minuman & Tembakau


Selasa, 01 September 2026 / 11:32 WIB
Inflasi Tahunan Naik Jadi 3,19% di Agustus 2026, Didorong Makanan, Minuman & Tembakau
ILUSTRASI. Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi tahunan sebesar 3,19% year on year (yoy) pada Agustus 2026 setelah terjadi inflasi bulanan 0,21% (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi tahunan sebesar 3,19% year on year (yoy) pada Agustus 2026, atau meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2,88% yoy, maupun dari periode sama tahun lalu sebesar 2,31% yoy.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan, pada Agustus 2025 terjadi kenaikan IHK dari 108,51 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

“Dari kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh tiga kelompok, yakni kelompok makanan minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 3,86% yoy,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: BPS: Inflasi Bulanan Naik Jadi 0,21% Pada Agustus 2026

Adapun kelompok makanan minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 1,13% yoy. Dengan komoditas yang memiliki andil terbesar yakni daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin (SKM), cabai rawit, daging sapi, sigaret kretek tangan (SKT), sigaret putih mesin (SPM), dan cabai merah.

Selanjutnya, didorong juga oleh kelompok pengeluaran pada perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatatkan inflasi sebesar 9,25% yoy dengan andil inflasi 0,63% yoy. Inflasi pada kelompok ini terjadi utamanya pada komoditas emas perhiasan.

Terakhir, didorong oleh kelompok pengeluaran transportasi dengan inflasi sebesar 4,79% yoy dengan andil inflasi sebesar 0,58% yoy. Inflasi pada kelompok ini utamanya didorong oleh bensin, tarif angkutan udara,  pelumas atau oli mesin sepeda motor dan juga mobil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×