kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Inflasi September bisa hanya 0,1%


Selasa, 29 September 2015 / 12:57 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Inflasi September 2015 diperkirakan tidak akan setinggi Agustus 2015 yang sebesar  0,39% (bulanan). Inflasi pada September diperkirakan hanya akan mendekati 0,1%, bahkan terjadi deflasi. Inflasi rendah ini di sisi lain menunjukkan daya beli masyarakat kian turun.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, efek kemarau panjang baru akan dirasakan dampaknya pada inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Apalagi stok pangan saat ini masih tertolong dari hasil panen sebelumnya. "Penurunan hasil panen di musim kemarau ini akan berdampak pada stok beberapa bulan ke depan," katanya, Senin (28/9).

Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan  (LPS) Doddy Arifianto juga memperkirakan, inflasi September cenderung rendah. Doddy bilang, selama bulan Agustus dan  September ini tidak ada kebijakan yang bisa mengubah inflasi inti atau core inflation, sehingga tekanan inflasi menjadi lemah. Sebab itu, Doddy memperkirakan inflasi September akan berada sekitar 0,1%.

Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam juga memperkirakan inflasi September di bawah 0,1%, atau bahkan deflasi. Dengan begitu sampai akhir tahun target inflasi 4,5% bisa tercapai. Sebelumnya survei perkembangan harga (SPH) BI menunjukkan, pada pekan ketiga September 2015 laju inflasi bulanan tercatat 0,06%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×