kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Inflasi membaik, angka kemiskinan diproyeksi turun


Rabu, 05 Maret 2014 / 16:38 WIB
ILUSTRASI. Kemnaker jelaskan penyebab status BSU milik pekerja masih tercatat sebagai calon penerima.


Reporter: Syarifah Nur Aida | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyambut baik inflasi di Februari yang lebih baik dari perkiraan. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir inflasi Februari 2014 sebesar 0,26%.

"Jadi inflasi tahun ini bisa masuk ke dalam rentang, maksimum 5,5%," ujar Armida. Bappenas optimistis, inflasi tahun ini bisa sesuai target, yakni kurang dari 6%. Hal tersebut berdasarkan data Bank Indonesia (BI) yang menyebut bahwa nilai inflasi adalah 4 plus minus 1.

"Kita upayakan kemiskinan akhir tahun 10,5%," papar Armida. Bappenas berharap, inflasi kian menurun karena jika membesar akan berdampak langsung pada rakyat miskin.

Menanggapi pernyataan BPS soal prediksi bahwa Maret deflasi susah diraih, Armida mengungkapkan, hal tersebut menjadi salah satu dasar fokus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memprioritaskan harga kebutuhan pokok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×