kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Target pertumbuhan ekonomi tergantung kebijakan


Rabu, 26 Februari 2014 / 18:42 WIB
ILUSTRASI. Jadwal Liga Inggris 2022/2023 Nott'm Forest vs Aston Villa


Reporter: Syarifah Nur Aida | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai, target Bappenas yang menyebut pertumbuhan ekonomi sebesar 6-8 % per tahun tentu sangat dependen pada pemerintah terpilih.

"Sangat tergantung pada kebijakan ekonominya, apakah cermat untuk membidik apa yang selama ini menjadi masalah," papar Enny saat dihubungi KONTAN.

Sejumlah isu yang berpengaruh adalah infrastruktur, manajemen birokrasi, political will untuk menerapkan ekonomi kerakyatan. Meski demikian, Enny optimistis, untuk meraih pertumbuhan ekonomi setidaknya 7% bukanlah mimpi selama kebijakannya mendukung.

Terkait angka kemiskinan yang ditargetkan di bawah 5% pada 2025, solusinya tak ada lain, kecuali lapangan kerja yang tepat. "Kalau pemerintah bisa menciptakan sektor riil yang lapangan kerjanya mampu mengakomodasi banyak orang, tentu bisa," ujarnya.

Selama belum ada pekerjaan yang tersedia, Enny menilai, apapun skema yang digunakan untuk mengentaskan kemiskinan tidak akan berjalan dengan baik karena tidak menyasar pada pokok pemasalahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×