kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

BI: Inflasi Volatile Food Meningkat Imbas Kenaikan Harga Pangan dan Pupuk Global


Selasa, 17 Maret 2026 / 15:21 WIB
BI: Inflasi Volatile Food Meningkat Imbas Kenaikan Harga Pangan dan Pupuk Global
ILUSTRASI. Bank Indonesia mengatakan, inflasi volatile food naik signifikan.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, inflasi volatile food (VF) mengalami peningkatan akibat kenaikan harga pangan dan pupuk global.

Pada Februari 2026, inflasi volatile food tercatat sebesar 2,5% secara bulanan (month to month/mom) dan 4,64% year on year (yoy).

“Sementara inflasi VF meningkat akibat kenaikan harga pangan dan pupuk global,” tutur Perry dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026).

Sebagaimana diketahui, inflasi pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76% yoy terutama dipengaruhi oleh faktor temporer base effect dari kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50% pada Januari dan Februari 2025.

Baca Juga: BI: Ramadan Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2026!

Inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,63% yoy terutama didorong oleh kenaikan harga emas. Sedangkan Inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 4,64% yoy, tetap terjaga di tengah peningkatan permintaan pada periode perayaan HBKN Tahun Baru Imlek dan periode Ramadan 1447 H dan penurunan pasokan akibat gangguan cuaca.

Meski demikian, ke depan, Perry memandang inflasi IHK tahun 2026 dan 2027 tetap dalam kisaran 2,5% plus minus 1%, meskipun lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya dipengaruhi oleh prospek harga komoditas global yang meningkat.

“Inflasi inti diprakirakan tetap terkendali, sementara inflasi volatile food meningkat akibat kenaikan harga pangan dan pupuk global,” tandasnya.

Baca Juga: Redam Gejolak Rupiah, Gubernur BI Pastikan Optimalkan Instrumen Moneter

Lebih lanjut, BI juga akan terus memperkuat respons kebijakan moneter pre-emptive serta bersinergi dengan Pemerintah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) guna menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×