kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Inflasi Makin Landai, Begini Penyebabnya Menurut Bank Indonesia


Rabu, 03 Mei 2023 / 05:00 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat inflasi tahunan Indonesia makin melandai. Pada April 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 4,33% secara tahunan.

Ini lebih rendah dari inflasi Maret 2023 yang sebesar 4,97% secara tahunan. Juga, lebih rendah dari inflasi sepanjang tahun 2022 yang mencapai 5,51% secara tahunan.

Dengan demikian, bisa dibilang inflasi sudah mulai kembali ke kisaran sasaran Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2%-4% secara tahunan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan, makin melandainya inflasi tak lepas dari respons kebijakan moneter BI.

Baca Juga: Meski Makin Melandai, Tetap Ada Risiko yang Membayangi Inflasi

"Respon kebijakan BI yang pre-emptive dan forward looking. Plus bersinergi dalam tim pengendalian inflasi pusat dan daerah lewat program pengendalian inflasi pangan (GNPIP)," tutur Erwin dalam keterangannya, Selasa (2/5).

Bila menilik komponennya, semua komponen inflasi terpantau melandai. Baik itu inflasi inti, inflasi harga pangan bergejolak, juga harga diatur pemerintah.

Komponen inti mencatat inflasi sebesar 2,83%, atau melandai dari 2,94% pada bulan Maret 2023.

Sedangkan inflasi kelompok pangan bergejolak tercatat sebesar 3,74% atau lebih rendah dari 5,83% pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Inflasi Lebaran 2023 Tak Sekencang 2022, BPS: Tak Tunjukkan Penurunan Permintaan

Inflasi kelompok harga diatur pemerintah tercatat 10,32%, atau lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 11,56%.

Dengan perkembangan tersebut, Erwin yakin inflasi akan kembali ke kisaran sasaran 2%-4%, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Untuk itu, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×