kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Inflasi Januari 0,9%-1,1%


Senin, 03 Februari 2014 / 08:55 WIB
ILUSTRASI. Pekerja dibantu alat berat memperbaiki Jalan Semboja-Sepaku yang sempat rusak di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu (13/3/2022). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.


Reporter: Asep Munazat Zatnika, Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. BPS juga akan mengumumkan angka inflasi per Januari 2014 pada Senin (3/2). Hasil survei KONTAN ke sejumlah ekonom menghasilkan, angka inflasi Januari 0,9%-1,1%, lebih besar dibandingkan inflasi Desember 2013 0,55%.  

Kepala Ekonom Bank Danamon, Anton H. Gunawan, menghitung, inflasi Januari sebesar 0,92%, lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya 1,03%. Namun, inflasi melonjak dibandingkan Desember 2013 karena penyebab yang sama, yakni kenaikan harga pangan seperti beras, telur, ikan, cabai. "Pasokan harga pangan tersendat karena banjir," ujarnya akhir pekan lalu.

Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistyaningsih menghitung, inflasi sebesar 0,94%. Selain kenaikan harga pangan, lonjakan inflasi karena naiknya tarif listrik, gas, dan air minum.

Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti, menambahkan, bencana alam selain banjir di sejumlah daerah juga mengerek inflasi. Selain itu, pada awal tahun produsen selalu menaikkan harga barang. Tak heran, perhitungannya, inflasi bisa melewati angka 1%, yakni 1,1%.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×