kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Inflasi inti akan relatif stabil


Senin, 29 Juni 2015 / 16:43 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Inflasi Juni bakal naik karena memasuki masa puasa menjelang Lebaran. Inflasi yang bersumber dari volatile food akan melonjak, sementara inflasi inti akan cenderung stagnan.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat inflasi Juni sebesar 0,65% dan inflasi tahunan naik ke 7,38%. Penyebab inflasi yang tinggi pada Juni ini lebih disebabkan kenaikan harga menjelang Lebaran. Harga komoditas-komoditas pangan atau volatile food cenderung naik seperti beras dan cabe.

Berbeda dengan komponen volatile food yang akan naik, menurut Josua, inflasi inti dalam tren yang stabil di 5,03%. Meskipun rupiah mengalami pelemahan 1,3% dibanding Mei 2015, inflasi inti terkompensasi dengan harga emas yang juga turun 1,3%.

"Jadi bisa diimbangi dengan penurunan harga emas," terangnya ketika dihubungi KONTAN, Senin (29/6). Inflasi yang tinggi ini akan berlanjut pada Juli dan baru pada September dan Oktober inflasi dalam tren yang menurun. Alhasil, Josua memperkirakan BI akan terus mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan suku bunga atau BI rate 7,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×