kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Industri pengolahan, pertanian, & perdagangan masih jadi kontributor terbesar PDB


Senin, 05 Februari 2018 / 13:34 WIB
ILUSTRASI. Kapal Memuat Petikemas di Pelabuhan


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,07% di 2017. Angka ini lebih tinggi dari 2016 yang sebesar 5,03%.

Kepala BPS Suhariyanto mencatat, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 utamanya adalah industri pengolahan yang berkontribusi 20,16% dari PDB. Kemudian, sumber pertumbuhan kedua adalah pertanian yang berkontribusi 13,14%. Lalu, sektor perdagangan yang berkontribusi 13,01%.

“Intinya sumber pertumbuhan selama tiga tahun terakhir tidak bergerak. Tahun 2018 perlu menumbuhkan industri karena pengaruhnya besar. Bisa serap tenaga kerja,” kata Suhariyanto di kantornya, Senin (5/2).

Bila dibedah lebih rinci, pertumbuhan industri pengolahan pada kuartal IV 2017 sebesar 4,46%. Angka ini lebih tinggi dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,28%.

“Pertumbuhan 4,46% didorong oleh industri pengolahan nonmigas sebesar 5,14%. Karena industri batubara dan pengolahan migas mengalami kontraksi -1,29%,” ucapnya.

Adapun industri makanan dan minuman dalam hal ini menjadi penggerak utama dengan kenaikan naik 13,76% dibandingkan dengan periode sebelumnya terutama didorong oleh peningkatan produksi kelapa sawit.

Sementara di sektor pertanian, meski tercatat tumbuh melambat dibandingkan tahun sebelumnya lantaran cuaca tidak normal sehingga ada penurunan produksi padi dan kacang-kacangan, tetapi ada peningkatan permintaan dari hampir seluruh negara tujuan ekspor produk sawit.

“Di samping itu ada kenaikan harga di pasar internasional serta peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya,” katanya.

Di sektor perdagangan, BPS mencatat perdagangan besar eceran tumbuh 4,47% dibandingkan kuartal IV tahun sebelumnya. Suhariyanto mengatakan, ada peningkatan suplai barang domestik dan impor dan peningkatan penjualan mobil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×