kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.001   18,00   0,10%
  • IDX 6.188   -8,16   -0,13%
  • KOMPAS100 808   -3,56   -0,44%
  • LQ45 612   -2,40   -0,39%
  • ISSI 214   0,18   0,09%
  • IDX30 344   -1,60   -0,46%
  • IDXHIDIV20 426   -2,54   -0,59%
  • IDX80 92   -0,34   -0,37%
  • IDXV30 116   -0,58   -0,50%
  • IDXQ30 110   -0,68   -0,61%

Industri bakal diizinkan impor gas


Selasa, 24 Januari 2017 / 20:34 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah akan memberikan ruang kepada industri untuk melakukan impor gas. Langkah ini sebagai upaya bagi industri untuk memperoleh gas dengan harga yang lebih terjangkau.

Saat ini harga gas di Timur Tengah sedang turun dengan harga rata-rata US$ 3 hingga US$ 3,5 per mmbtu.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, jika kebijakan itu dapat diimplementasikan, maka industri bakal dapat harga gas dikisaran US$ 4 per mmbtu. "Diberikan ruang kepada industri untuk bisa impor gas secara langsung dengan harga yang tentunya lebih rendah," kata Pramono, Selasa (24/1).

Meski diperbolehkan impor, namun dalam proses pembelian gas tidak diperkenankan menggunakan perantara. Nantinya, impor gas hanya diberikan untuk industri-industri yang memang memerlukan dan atas izin pemerintah.

Adapun beberapan negara yang telah menawarkan untuk dapat mengekspor gas tersebut antara lain dari Saudi Arabia, Iran dan Qatar. "Negara akan memberikan perintah akan mengawasi proses tersebut tanpa melibatkan pihak ketiga," kata Pramono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×