CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Indonesia Wajib Tiru: Trik Thailand & Singapura Cegah Virus Nipah


Sabtu, 31 Januari 2026 / 06:33 WIB
Indonesia Wajib Tiru: Trik Thailand & Singapura Cegah Virus Nipah
ILUSTRASI. Virus Nipah merebak di India, menular antarmanusia. Pelajari strategi skrining ketat Thailand dan Singapura yang wajib ditiru Indonesia sekarang. (dok./https://unsplash.com/Fusion Medical Animation)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Virus Nipah adalah virus patogen yang awalnya menular dari hewan, seperti kelelawar dan babi, ke manusia.

Namun, dalam perkembangannya, virus ini juga dapat menular antarmanusia, antara lain melalui makanan yang terkontaminasi.

Secara global, tercatat sekitar 750 kasus infeksi virus Nipah sejak 1998–1999.

Kasus awal ditemukan di Malaysia, kemudian dilaporkan pula di Bangladesh, India, Filipina, dan Singapura.

Prof. Tjandra menjelaskan, masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 21 hari atau bahkan lebih lama.

Tonton: Jarang Tidur Nyenyak? Risiko Serangan Jantung dan Stroke Mengintai

Gejala awal umumnya menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot, yang kemudian dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga peradangan otak.

Hingga saat ini, menurut dia, belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik untuk infeksi virus Nipah.

Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "Virus Nipah Merebak, Cara Thailand dan Singapura Melawan Patut Ditiru"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×