Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Virus Nipah adalah virus patogen yang awalnya menular dari hewan, seperti kelelawar dan babi, ke manusia.
Namun, dalam perkembangannya, virus ini juga dapat menular antarmanusia, antara lain melalui makanan yang terkontaminasi.
Secara global, tercatat sekitar 750 kasus infeksi virus Nipah sejak 1998–1999.
Kasus awal ditemukan di Malaysia, kemudian dilaporkan pula di Bangladesh, India, Filipina, dan Singapura.
Prof. Tjandra menjelaskan, masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 21 hari atau bahkan lebih lama.
Tonton: Jarang Tidur Nyenyak? Risiko Serangan Jantung dan Stroke Mengintai
Gejala awal umumnya menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot, yang kemudian dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga peradangan otak.
Hingga saat ini, menurut dia, belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik untuk infeksi virus Nipah.
Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "Virus Nipah Merebak, Cara Thailand dan Singapura Melawan Patut Ditiru"
Selanjutnya: Jadwal Thailand Masters 2026: 10 Wakil Indonesia Berlaga Menuju Partai Final
Menarik Dibaca: Jadwal Thailand Masters 2026: 10 Wakil Indonesia Berlaga Menuju Partai Final
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













