kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Indonesia Raih Dana US$ 500 Juta untuk Suntik Mati PLTU Batubara


Rabu, 23 Agustus 2023 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, dalam jangka pendek dana US$ 500 juta tersebut akan digunakan untuk pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara di Indonesia.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia meraih pendanaan sebesar US$ 500 juta atau Rp 7,66 triliun (kurs Rp 15.234) yang berasal dari Climate Investment Funds untuk penanganan perubahan iklim.

Bahkan, dana ini bisa dileverage hingga US$ 4 miliar baik dari Asian Development Bank (ADB), World Bank, termasuk pemerintah Indonesia.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, dalam jangka pendek dana tersebut akan digunakan untuk pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara di Indonesia.

Febrio bilang, dalam tahap awal ini ada sekitar 1,5 gigawatt PLTU yang akan disuntik mati atau dipensiun dinikan.

"Dari sejumlah persetujuan itu, prioritas dalam jangka pendek akan difokuskan pada percepatan pensiun dini dari 1,5 gigawatt PLTU," ujar Febrio dalam acara ASEAN 2023: Seminar on Energy Transitition Mechanism ASEAN Country Updates di Jakarta, Selasa (23/8).

Baca Juga: Menilik Alasan di Balik Penundaan Peluncuran CIPP JETP

Namun, Febrio menyebut, tantangan untuk kebutuhan dana ini masih sangat terasa lantaran keterlibatan sektor swasta masih sangat minim. Padahal Indonesia membutukan pendanaan sekitar US$ 281 miliar hingga tahun 2030 untuk mencapai target dalam menurunkan emisi karbon.

"Indonesia menyadari bahwa diperlukan pembiayaan yang sangat besar untuk melaksanakan aksi iklim ini guna mendukung target iklim yang ambisius ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×