kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Indeks keyakinan konsumen turun, ini kata Apindo


Senin, 09 Agustus 2021 / 19:30 WIB
Indeks keyakinan konsumen turun, ini kata Apindo
ILUSTRASI. Pekerja menata barang yang dijual dengan harga spesial di gerai Transmart Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (7/8/2021). Indeks keyakinan konsumen turun, ini kata Apindo.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Keyakinan konsumen turun drastis pada Juli 2021. Hasil survei konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan laporan berada di posisi 80,2. Level ini jauh di bawah posisi bulan Juni 2021 yang berada di 107,4.

Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono yakin, tingkat kepercayaan konsumen akan kembali optimis seiring dengan terjadinya penurunan jumlah kasus Covid-19.

Tercatat pada 5 Agustus 2021, Kementerian Kesehatan memaparkan secara nasional terjadi penurunan jumlah kasus Covid-19 mingguan sebanyak 5% dibandingkan minggu sebelumnya, akibat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sutrisno mengatakan, jika trend penurunan ini terus berlangsung, maka akan terjadi perbaikan kepercayaan dari konsumen.

Baca Juga: Pengusaha Jakarta berharap pemerintah turunkan PPKM di ibu kota ke level 3

“Saya berharap PPKM di luar Jawa dan Bali segera membawa efek yang cepat. Ini lagi-lagi sangat ditentukan oleh kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, meski angka penularan membaik tapi lalai lagi dengan protokol kesehatan, harapan itu juga akan berubah,” ujar Sutrisno kepada Kontan.co.id, Senin (9/8).

Selain itu, tren penyebaran virus Covid-19 ini sangat sulit dibaca secara pasti. Bisa dibuktikan dengan pada Maret April, Mei 2021 kemarin trend-nya sangat positif. Namun tiba-tiba ada varian delta, yang akhirnya mengakibatkan porak poranda. Sutrisno berharap tidak ada lagi kejutan munculnya varian virus baru.

Dirinya memprediksi jika proses vaksinasi dipercepat ke semua kalangan masyarakat, maka tingkat optimisme dari konsumen akan terbangun kembali. Untuk itu, Ia meminta agar pemerintah lebih fokus lagi untuk menurunkan angka terpapar Covid-19.

Untuk mempercepat proses vaksinasi tersebut, Ia memberi saran agar pemerintah sebaiknya melibatkan pihak swasta. Selain itu impor vaksin juga harus dibuka selebar mungkin dan tidak didominasi oleh pelaku tertentu. Karena jika dengan begitu pasarnya jadi kaku, ketersediaan vaksin akan terbatas, sehingga upaya untuk mencapai herd immunity akan terhambat. 

Selanjutnya: Aparat diminta tindak tegas pelaku pungli Bantuan Sosial Tunai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×