kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Indef: Sumbangan inflasi dari bawang putih bisa mengingkat di April


Selasa, 09 April 2019 / 12:42 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bawang putih terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga rata-rata bawang putih pada Senin (8/4) sudah mencapai Rp 37.200 per kilogram. Bahkan, harga bawang putih di DKI Jakarta sudah mencapai Rp 52.100 per kg.

Padahal, pada awal Maret lalu, harga rata-rata bawang putih di seluruh Indonesia baru sekitar Rp 26.100 per kg, dan di DKI Jakarta sebesar Rp 40.350 per kg.

Di lain sisi, Perum Bulog mengatakan belum akan melakukan impor bawang putih sebanyak 100.000 ton lantaran Kementerian Perdagangan (Kemdag) belum mengeluarkan izin impor.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai adanya kenaikan harga serta dibatalkannya impor bawang putih bisa meningkatkan sumbangan inflasi pada April. Apalagi, mendekati bulan puasa dan lebaran, banyak industri makanan dan minuman yang akan meningkatkan produksi. 

"Kalau pasokan tidak cukup, apalagi menjelang Ramadan, maka sumbangan inflasinya akan meningkat," ujar Bhima kepada Kontan.co.id, Senin (8/4).

Bima pun menambahkan, bawang putih menjadi salah satu komoditas yang memberikan sumbangan kepada inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret bawang putih sudah memberikan sumbangan pada inflasi sebesar 0,04%. 

"Kalau tadinya 0,04%, bulan ini bisa naik menjadi 0,07%-0,09%. Tetapi, banyak juga bahan makanan yang mengalami penurunan harga. Jadi kenaikan bawang putih terbantu dari turunnya komoditas lain," ujar Bhima.

BPS mencatat, pada Maret lalu, kelompok bagan makanan memang mengalami deflasi sebesar 0,01%. Pasalnya terdapat 6 subkelompok yang mengalami deflasi dan 5 subkelompok mengalami inflasi. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan pada deflasi adalah beras, daging ayam ras, dan ikan segar, telur ayam ras, tomat, sayur dan wortel.

Sementara komoditas yang dominan memberikan sumbangan pada inflasi antara lain bawang merah, bawang putih, pepaya dan cabai merah.

Bhima memperkirakan, tingkat inflasi pada April ini akan berkisar 0,1% hingga 0,15%. Tingkat inflasi ini dipicu oleh kenaikan inflasi dari kelompok makanan jadi dan minuman karena sudah adanya persiapan menjelang puasa dan Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×