kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

INDEF Sebut Tingkat Kemiskinan di Indonesia Gampang Terguncang Tekanan Global


Rabu, 28 Mei 2025 / 15:34 WIB
INDEF Sebut Tingkat Kemiskinan di Indonesia Gampang Terguncang Tekanan Global
ILUSTRASI. Warga beraktivitas di pemukiman kumuh bantaran Kali Ciliwung, Jakarta, Selasa (8/10/2024). Angka kemiskinan saat ini masih di tingkat 9%. Sementara index kesenjangan (gini ratio) mencapai 0,379% dan tingkat pengangguran di level 4,82%. Pemerintah menargetkan pada tahun 2025, kemiskinan ekstrem bisa mencapai 0% dan pengangguran turun ke 4,5%. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas SDM dengan target Indeks Modal Manusia membaik pada nilai 0,56. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyoroti, terkait tingkat kemiskinan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF Salsabila Azkia Farhani menyampaikan, bila melihat angka kemiskinan dalam satu dekade, angka kemiskinan Indonesia mudah mengalami peningkatan saat terjadi pandemi Covid-19.

“Pada 2020 kemarin, ternyata persentase jumlah kemiskinan meningkat signifikan. Artinya Indonesia gampang terguncang ketika ada guncangan eksternal,” tutur Salsabila dalam diskusi INDEF, Rabu (28/5).

Maka dari itu, ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu mempersiapkan strategi ketahanan sosial ekonomi yang kuat, sehingga bisa adaptif dan kuat dikala terjadi guncangan di global.

Baca Juga: BPS Sudah Merujuk Standar Kemiskinan Ekstrem Bank Dunia

Adapun Salsabila juga menyoroti, terkait dalam satu dekade rata-rata penurunan jumlah penduduk miskin hanya mencapai 306.100 jiwa per tahun dan persentase penduduk miskin sebesar 2,38%.

Data tersebut lanjutnya, mencerminkan bahwa penurunan angka kemiskinan di Indonesia dalam satu dekade  setiap tahunnya masih sangat minim. Sehingga diperlukan upaya pengentasan kemiskinan yang lebih efektif lagi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat kemiskinan Indonesia per September 2024 sebesar 8,57% atau sekitar 24,06 juta jiwa. . Ini merupakan penurunan dari 25,22 juta orang atau 9,03% pada Maret 2024.

Baca Juga: Ada DTSEN, Prabowo Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0% pada Tahun 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×