kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Indef: Pemerintah Perlu Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan


Rabu, 08 Februari 2023 / 07:43 WIB
ILUSTRASI. Inflasi: Pedagang beras melayani pembeli di kiosnya, di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/1/2023).


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar agar inflasi menjelang Ramadan bisa terkendali.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha berpendapat, biasanya menjelang Ramadan dan Lebaran secara musiman inflasinya akan lebih tinggi dibandingkan bulan lain.

"Sebab, permintaan bahan pokok dan kebutuhan lain tinggi pada saat itu. Fenomena itu merupakan hal yang wajar karena terjadi musiman," ucap dia kepada Kontan.co.id, Selasa (7/2).

Menurut Eisha, pemerintah perlu menghindari lonjakan tinggi karena kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Baca Juga: Meski Dibayangi Kenaikan Harga Pangan dan BBM, Inflasi Indonesia Diramal Terkendali

Dia menyampaikan pemerintah harus terus memantau harga bahan pokok yang saat ini mengalami kenaikan agar tidak ada lonjakan tinggi saat Ramadhan atau Lebaran.

Eisha juga mengatakan pemerintah perlu memastikan suplai dan ketersediaan bahan pokok di pasar terpenuhi, khususnya minyak goreng yang saat ini mulai berkurang pasokannya.

"Dengan demikian, harga bahan pokok, dari beras hingga minyak goreng tidak naik melonjak," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×