kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Indef: 90% Lebih Warganet Khawatir Soal Isu PHK Massal, Daya Beli Bisa Turun


Kamis, 06 Februari 2025 / 11:16 WIB
Indef: 90% Lebih Warganet Khawatir Soal Isu PHK Massal, Daya Beli Bisa Turun
ILUSTRASI. Hasil kajian Indef mencatat, sebanyak 90% lebih warganet di sosial media X dan Youtube khawatir terkait isu PHK massal.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat, sebanyak 90% lebih warganet di sosial media X dan Youtube khawatir terkait isu PHK massal.

Direktur Pengembangan Big Data Indef Eko Listiyanto menilai, dengan fenomena tersebut menggambarkan keresahan masyarakat yang kesulitan mencari lapangan pekerjaan.

“Nah kalau lapangan kerja enggak bisa diisi, daya beli enggak ada,” tutur Eko dalam agenda Diskusi Publik Indef, Kamis (6/2).

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan Laju Pertumbuhan Ekonomi 2025

Dari pantauan Indef, sebanyak 94,20% masyarakat di sosial media X membicarakan hal negatif terhadap isu PHK massal, sedangkan di Youtube sebanyak 90,44%.

Melihat kondisi tersebut, Eko menilai akan sulit mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih tinggi. Pasalnya penciptaan lapangan kerja adalah salah satu kunci mendorong perekonomian.

“Pemerintah bisa menciptakan lapangan kerja baik yang distimulasi dari APBN atau iklim investasi yang bisa menciptakan orang-orang yang berusaha  berekspansi. Dari sisi keuangan suku bunga yang rendah,” ungkapnya.

Adapun Eko mencatat, dari Januari hingga Oktober 2024 PHK massal mencapai 64.000 pekerja, angka ini meningkat bila dibandingkan periode sama tahun 2023 yang  mencapai 45.000 pekerja, dan pada periode sama 2022 mencapai 11.000 pekerja. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×