kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Impor Susu Hingga Oktober 2024 Naik, Volumenya Mencapai 257,3 Ribu Ton


Jumat, 15 November 2024 / 11:28 WIB
Impor Susu Hingga Oktober 2024 Naik, Volumenya Mencapai 257,3 Ribu Ton
ILUSTRASI. Sumber foto : sozcu.com. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor susu dari Januari hingga Oktober 2024 mencapai 257,3 ribu ton.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor susu dari Januari hingga Oktober 2024 mencapai 257,3 ribu ton. Volume impor tersebut meningkat 7,07% bila dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 240,3 ribu ton.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, impor susu pada Oktober 2024 mencapai 24,86 ribu ton, meningkat bila dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 20,2 ribu ton. Pun bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya mencapai 19,43 ribu ton juga meningkat.

“Terlihat secara bulanan Oktober 2024 dibandingkan September 2024 ini bulanan naik, secara tahunan juga naik,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Jumat (15/11).

Baca Juga: Greenfields Indonesia Pastikan 100 Persen Pasokan Bahan Bakunya Dari Lokal

Amalia menjelaskan, impor susu yang masuk ke Indonesia mayoritas dalam milk cream dan susu bubuk, dan bukan susu segar.

Ia menambahkan, impor susu segar yang masuk ke dalam negeri tercatat hanya sedikit proporsinya. Sementara itu, negara utama asal impor susu Indonesia adalah Selandia Baru, Amerika Serikat (AS), dan Australia.

Mengutip catatan BPS, impor susu dari selandia baru sepanjang Januari hingga Oktober 2024 mencapai 126,84 ribu ton, Amerika Serikat 45,18 ribu ton, Australia 38,19 ribu ton, Belgia 15,23 ribu ton, Malaysia 14,5 ribu ton, negara lainnya 17,27 ribu ton.

Baca Juga: Soal Bea Masuk Susu 0%, Begini Tanggapan Kemenkeu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×