kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ikuti The Fed, Suku Bunga BI Diproyeksi Kembali Naik pada Bulan Februari 2023


Minggu, 12 Februari 2023 / 12:15 WIB
Ikuti The Fed, Suku Bunga BI Diproyeksi Kembali Naik pada Bulan Februari 2023
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil RDG di Jakarta, Kamis (19/1/2023). Ikuti The Fed, Suku Bunga BI Diproyeksi Kembali Naik pada Bulan Februari 2023.


Reporter: Aurelia Felicia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Suku Bunga Bank Indonesia (BI) diproyeksi mengalami kenaikan usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 Februari 2023 mendatang.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas memprediksi bahwa Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke level 6% untuk mengantisipasi kenaikan The Fed nantinya.

Kenaikan suku bunga ini diprediksi akan disukai oleh pelaku pasar untuk saat ini sebagai strategi agar tidak terjadi capital outflow.

“Karena jika terjadi capital outflow, salah satunya rupiah bisa melemah di tengah sikap The Fed yang masih hawkish,” jelasnya pada Kontan Jumat (10/2).

Baca Juga: Turun Pekan Ini, IHSG Masih Berpotensi Tertekan Pekan Depan

Namun, ketika inflasi The Fed sudah turun sesuai target, The Fed diprediksi menurunkan kembali suku bunganya begitu juga dengan BI.

Alhasil, ini akan memicu pelaku pasar untuk tetap wait and see.

Melihat tiga pengumuman sebelumnya, kenaikan suku bunga BI selalu direspons positif meskipun tidak terlalu signifikan. 

Menurut Sukarno, pasar kemungkinan akan memberikan respons yang sama terhadap keputusan RDG mendatang. 

Sukarno memprediksi proyeksi pergerakan IHSG saat ini sedang menguji support pada level 6.815. 

Jika terjadi breakdown, barulah proyeksinya lanjut melemah ke support baru. 

“Kalau untuk proyeksi setelahnya tergantung indeks, apakah sudah cenderung berada di area oversold dan setelah bisa menguat,” tambahnya.

Baca Juga: Menakar Perbedaan Arah Suku Bunga Acuan

Dengan itu, demi menyikapi pergerakan saham, Sukarno mengimbau investor untuk memperhatikan reaksi pasar setelah RDG. 

Selain itu, investor dapat mencermati data inflasi Amerika Serikat sejak dua hari sebelum dirilis yakni 14 Februari untuk melihat peluang kebijakan the Fed. 

Kemudian, para investor juga perlu memperhatikan juga FOMC minutes yang akan diadakan pada 23 Februari.

Menurut Sukarno, alangkah baiknya bagi investor untuk menunggu momentum sinyal buy kembali muncul sembari mencermati sektor ritel (ERAA, LPPF) dan infra (JSMR, BIRD).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×