kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.541   41,00   0,23%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Iklim investasi jadi fokus Fitch Ratings


Rabu, 22 November 2017 / 22:37 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari ini, Rabu (22/11) Tim dari salah satu lembaga pemeringkat internasional Fitch Rating,s mengunjungi Indonesia dalam rangka melakukan asesmen terhadap kondisi Indonesia.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, Tim Fitch Ratings bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Rabu pagi. Kemudian dilanjutkan pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati siang harinya.

Darmin menjelaskan, kunjungan Fitch hari ini merupakan kunjungan tahunan yang dilakukan untuk mempelajari dan meninjau perkembangan ekonomi Indonesia. Darmin bilang, beberapa bulan setelah kunjungan, Fitch kemudian akan memberikan opini.

Dalam pertemuan hari ini Darmin mengaku tak banyak memeberikan penjelasan mengenai kondisi makroekonomi terkini. Namun, "Mereka lebih banyak tanya soal iklim investasi, reformasi struktural, kemudian soal penerimaan," kara Darmin saat ditemui di kantornya, Rabu malam.

Namun menurut Darmin, dalam pertemuan hari ini pihaknya dengan Fitch tak membahas soal kenaikan peringkat surat utang Indonesia. "Belum ada. Belum dibicarakan," tambahnya.

Untuk diketahui, Fitch telah memberikan peringkat BBB- atau layak investasi (investment grade) untuk Indonesia sejak 2011 lalu. Tak hanya itu, Fitch juga telah menaikkan outlook peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia dari stable menjadi positive di Desember 2016 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×