kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

IKAPI berharap pajak untuk buku dibebaskan


Jumat, 05 Mei 2017 / 23:11 WIB


Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Ketua Bidang Humas, Riset dan Informasi Pengurus Pusat Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Indra Laksana mengatakan kalangan penerbit berharap bisa dibebaskan dari segala macam pajak dalam produksi dan distribusi buku sebagai upaya mencerdaskan bangsa.

"Negara lain sudah membebaskan pajak untuk produksi dan distribusi buku untuk mencerdaskan bangsa. Indonesia masih harus berjuang membebaskan pajak untuk buku," kata Indra, Jumat (5/5).

Indra mengatakan buku di Indonesia dikenai berbagai macam pajak. Pajak pertama adalah pajak untuk bahan baku, yaitu kertas dan tinta.

Menurut Indra, yang paling mempengaruhi harga buku di Indonesia adalah harga kertas. Selain faktor pajak untuk kertas, harga kertas yang fluktuatif juga sangat berpengaruh terhadap harga buku.

"Meskipun Indonesia mampu memproduksi kertas sendiri, harganya berdasarkan dolar Amerika Serikat. Jadi ketika harga dolar naik, harga kertas ikut naik. Belum untuk bahan baku lainnya," tuturnya.

Meskipun harga buku di Indonesia masih relatif mahal, Indra membantah bahwa harga buku di negara lain jauh lebih murah. Di negara-negara Eropa misalnya, harga buku jauh lebih mahal.

Namun bila dibandingkan dengan India atau Malaysia, harga buku di Indonesia bisa jadi lebih mahal karena di negara-negara tersebut pemerintahnya memiliki kebijakan terkait harga buku.

"Di India, bahan baku kertas untuk buku disubsidi pemerintahnya. Malaysia juga memiliki kebijakan pajak untuk buku yang berbeda dengan Indonesia. Pajak merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap harga buku," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×