kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.219   57,30   0,93%
  • KOMPAS100 822   9,68   1,19%
  • LQ45 632   11,68   1,88%
  • ISSI 218   0,40   0,18%
  • IDX30 362   7,14   2,01%
  • IDXHIDIV20 447   9,80   2,24%
  • IDX80 95   1,21   1,29%
  • IDXV30 123   1,60   1,31%
  • IDXQ30 117   2,45   2,14%

IHCBS 2026 akan Perkuat Ekosistem Human Capital dan Adopsi AI Indonesia


Senin, 25 Mei 2026 / 11:54 WIB
IHCBS 2026 akan Perkuat Ekosistem Human Capital dan Adopsi AI Indonesia
ILUSTRASI. Kontan - IHCBS Kilas Online (Dok. IHCBS/IHCBS)


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Run to IHCBS” pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Greenbelt Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten. Kegiatan yang menjadi pre-event menuju IHCBS 2026 tersebut diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai asosiasi, komunitas, institusi, dan organisasi di Indonesia. Tidak hanya berlari dan jalan santai di running track Greenbelt, agenda kali ini juga terdapat sesi diskusi dan koneksi untuk mempererat komunikasi jelang IHCBS 2026.

Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi dalam membangun ekosistem SDM Indonesia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Lebih lanjut, Chairman Steering Committee GNIK Yunus Triyonggo menjelaskan, penyelenggaraan pre-event dilakukan sebagai persiapan menuju agenda utama IHCBS 2026 yang bakal berlangsung pada 15-16 September 2026 di NICE PIK. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjaga antusiasme dan memperluas keterlibatan komunitas HR Indonesia.

“Ini bukan sekadar event, tetapi gerakan yang diharapkan memberikan dampak positif terhadap konten maupun koneksi dalam pengembangan SDM Indonesia,” ujar Yunus.

Run to IHCBS turut menghadirkan sesi diskusi bertajuk “Beyond IHCBS: From Talk to Action”, sebuah agenda sharing session antar praktisi HR untuk memberikan masukkan dan saran agar IHCBS 2026 menjadi kegiatan pengembangan human capital Indonesia yang berkelanjutan. Berbagai topik strategis pun dibahas, mulai dari pengembangan talenta, produktivitas, kepemimpinan, hingga pengembangan keterampilan di masa depan.

Kontan - IHCBS Kilas Online

“IHCBS 2026 ingin membangun keberlanjutan pembangunan SDM Indonesia dengan continuity yang tidak pernah habis,” lanjut Yunus.

Salah satu isu utama yang dibahas dalam gelaran IHCBS 2026 adalah pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam dunia kerja dan pengembangan SDM. Adapun tema yang diusung Mengusung tema “Harnessing Human Centric AI in Enhancing Productivity”. Yunus menilai AI menjadi emerging technology yang akan mengubah pola kerja, model bisnis, hingga kebutuhan kompetensi tenaga kerja di masa depan.

Menurut dia, terdapat lima lapisan penting yang harus dipersiapkan Indonesia dalam menghadapi perkembangan AI, yakni foundational human capability, data and digital fluency, AI adoption, penguatan technical skills, serta transformation capability.

“AI akan mengubah semuanya. Yang membedakan nanti adalah orang yang menggunakan AI secara efektif dengan mereka yang tidak mau menggunakan AI,” sambungnya.

Kontan - IHCBS Kilas Online

Yunus menjelaskan, penguatan kemampuan dasar manusia seperti growth mindset, creative and critical thinking, serta komunikasi efektif menjadi fondasi penting agar SDM Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan AI. Selain itu, literasi digital dan kemampuan memahami posisi AI, mulai dari assisted AI hingga agentic AI, semakin krusial agar penerapannya tetap tepat dan bertanggung jawab.

Sejalan dengan itu, ia tidak memungkiri tren skill based hiring diperkirakan akan berkembang seiring transformasi teknologi dan perubahan kebutuhan industri. Meski saat ini sebagian besar perusahaan masih menerapkan position based hiring, perubahan kompetensi akibat AI diyakini akan mendorong perusahaan merekrut dan memberi remunerasi berdasarkan keterampilan yang dimiliki pekerja.

“Karena itu organisasi harus segera melakukan upskilling dan reskilling kepada SDM-nya agar mampu mengikuti perubahan yang sangat cepat,” ujarnya.

Tidak hanya talkshow, event kolaborasi antara GNIK, GML, dan QuBisa tersebut diharapkan mampu menjaring lebih dari 104.000 peserta magang GNIK x Kemenaker RI, memberikan sertifikat kepada 1 juta praktisi HR, melahirkan talenta mahir AI melalui program QuBisa x Microsoft, dan menyukseskan penyelenggaraan program ASN Talent Academy GNIK x LAN-RI.

Sementara itu, Chief Organization Excellence PT GML Performance Consulting Agus Soleh menjelaskan pemilihan kegiatan lari sebagai rangkaian pre-event IHCBS 2026 memiliki makna filosofis. Menurut dia, lari merupakan olahraga yang dapat dilakukan siapa saja tanpa batas usia maupun biaya.

“Secara filosofi kami ingin mengajak Indonesia lari bersama untuk membangun Indonesia Emas. Kami mengajak semua pejuang human capital, pejuang HR, dan pejuang kompetensi Indonesia untuk terlibat membangun gerakan IHCBS,” kata Agus.

Corporate Communications Director Kompas Gramedia Group Glory Oyong mengatakan, keterlibatan Kompas Gramedia, yang kali ini diwakili Kontan, dalam IHCBS 2026 karena media ingin berpartisipasi dalam pengembangan human capital di Indonesia. Dukungan penguatan SDM yang berkualitas dinilai tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga aktif berkolaborasi dan berinteraksi dengan HR consultant agar media memiliki pemahaman utuh dalam menyebarkan berita yang relevan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, media memiliki peran krusial sebagai jembatan penyebaran gagasan dan pemikiran yang lahir dari forum IHCBS agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Ia juga menilai semangat kolaborasi para praktisi human resources (HR) yang hadir dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung pengembangan SDM nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Untuk informasi tambahan. Tidak hanya Kontan, Kompas Gramedia telah mendukung penyelenggaraan IHCBS dua tahun sebelumnya melalui Harian Kompas dan Kompas.com. “Harapannya tentu supaya tidak hanya menjadi acara saja. Tidak hanya menjadi summit, tetapi juga menjadi gerakan yang bisa digaungkan melalui media sehingga lebih banyak pihak terlibat untuk memajukan SDM Indonesia,” sambung Glory.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×