Reporter: Nur Cholis | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - Kesiapan tenaga kerja menjadi salah satu faktor penentu daya saing Indonesia di tengah percepatan adopsi Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital). Menuju Indonesia Emas 2045, tantangan pengembangan SDM tidak lagi hanya berfokus pada keterampilan teknologi, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.
Melalui Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026, kolaborasi antara business leaders, human capital practitioners, pemerintah, akademisi, dan talenta menjadi bagian penting untuk membahas satu agenda besar, yaitu bagaimana teknologi dan manusia dapat bergerak bersama untuk mendorong produktivitas Indonesia ke level berikutnya.
Acara puncak IHCBS 2026 akan digelar pada 15—16 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, Pantai Indah Kapuk (PIK) dengan mengusung tema Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next-Level Productivity.
“Penyelenggaraan IHCBS 2026 tidak sekadar menjadi ajang konferensi tahunan rutin, melainkan sebuah pergerakan nyata untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja menuju visi Indonesia Emas 2045,” tutur Ketua Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Yunus Triyonggo, dalam acara Media Day IHCBS 2026 pada Rabu (12/8).
Dengan mempertemukan lebih dari 6.000 leaders, IHCBS 2026 membawa diskusi mengenai AI dan digitalisasi lebih jauh, dari sekadar teknologi menuju dampaknya terhadap manusia, organisasi, dan produktivitas.
Pembahasan tersebut terangkum dalam tujuh Power Tracks IHCBS 2026, yaitu Future Skills & Workforce Development, Operational Excellence in the Digital Era, Innovation & Productivity Acceleration, Human Sustainability & Well Being, AI & Digital Transformation, Ethical Leadership & AI Mindset, serta Data Driven People & Culture. Spesial di tahun ini, IHCBS menambahkan track ke-8 di Power Tracks, berkolaborasi dengan Maxwell Leadership Indonesia.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi AI tidak berdiri pada satu kompetensi. Ada kebutuhan untuk membangun kemampuan tenaga kerja, mengubah cara organisasi bekerja, memperkuat leadership, memanfaatkan data, sekaligus memastikan transformasi tetap berorientasi pada manusia.
“Membangun bangsa Indonesia yang lebih baik tidak bisa lepas dari AI dan digitalisasi. Tapi juga harus berorientasi dan digawangi human capital capability dan human centric,” ujar CEO GML Performance Consulting Suwardi Luis yang turut hadir di Media Day IHCBS 2026.
Membentuk masa depan human capital Indonesia 
Sesi-sesi di IHCBS 2026 dirancang untuk membahas tantangan nyata pemanfaatan AI yang sering dihadapi industri lokal, mulai dari resistensi karyawan hingga penyelarasan budaya kerja baru.
Keterlibatan para direktur HR dari korporasi besar dalam IHCBS 2026 menjadi pembuktian sosial bahwa strategi yang mereka gunakan terbukti menghasilkan dampak bisnis konkret. Bukan hanya itu saja, perpaduan perspektif global dan local insight menjadi salah satu kekuatan penting IHCBS 2026.
Praktik yang berkembang di perusahaan global dapat memberikan benchmark, sementara pengalaman perusahaan di Indonesia memberikan konteks yang lebih dekat dengan tantangan bisnis domestik. IHCBS 2026 membawa seluruh perspektif tersebut dalam satu agenda besar mengenai masa depan produktivitas.
Dengan kolaborasi yang melibatkan praktisi industri, akademisi, pemerintah, media massa hingga ratusan komunitas pekerja, IHCBS 2026 akan membuka kesempatan networking paling bernilai tahun ini. IHCBS 2026 tidak hanya menjadi forum berbagi insight, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan orang-orang yang sedang membentuk masa depan Human Capital Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














