kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.308   -65,86   -1,03%
  • KOMPAS100 825   -10,79   -1,29%
  • LQ45 627   -7,08   -1,12%
  • ISSI 218   -1,88   -0,86%
  • IDX30 350   -3,96   -1,12%
  • IDXHIDIV20 426   -3,39   -0,79%
  • IDX80 94   -1,19   -1,25%
  • IDXV30 118   -0,76   -0,65%
  • IDXQ30 111   -1,07   -0,96%

Kolaborasi Pentahelix Bangun Kapasitas SDM Masa Depan Melalui IHCBS 2026


Kamis, 13 Agustus 2026 / 10:01 WIB
Kolaborasi Pentahelix Bangun Kapasitas SDM Masa Depan Melalui IHCBS 2026
ILUSTRASI. Kontan - IHCBS Kilas Online (Dok. Nur Cholis/IHCBS)


Reporter: Nur Cholis | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Tantangan peningkatan produktivitas sumber daya manusia di tengah disrupsi kecerdasan buatan menjadi fokus utama dalam perhelatan Indonesia Human Capital and BEYOND Summit (IHCBS) 2026. Ajang strategis ini kembali digelar untuk ketiga kalinya sebagai sebuah gerakan nasional yang bertujuan mengerek daya saing tenaga kerja. Komitmen ini ditegaskan dalam acara Media Day IHCBS 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (12/8).

Ketua Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Yunus Triyonggo menjelaskan, penyelenggaraan IHCBS 2026 untuk tidak sekadar menjadi ajang konferensi tahunan rutin, melainkan sebuah pergerakan nyata untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja menuju visi Indonesia Emas 2045.

IHCBS pun turut mengundang stakeholder, pemerintah, dan praktisi terkait seperti Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, CHRO Bridgestone Asia Pacific Paul Choo, Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir, EY Global Chief Learning Officer Brenda Sugrue, dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria.

“Maka kita cermati betul bahwa IHCBS 2026 ini bukan sekedar event, tapi adalah suatu movement, suatu gerakan. Di mana setiap tahun kita akan tautkan dengan blueprint Indonesia 2030, yang di dalamnya hanya ada dua fokus kita. Yang pertama adalah employability, dan yang kedua adalah entrepreneurial capability,” kata Yunus.

Lebih lanjut, kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini membutuhkan terobosan yang komprehensif dari seluruh pemangku kepentingan. Mengingat, tingkat produktivitas pekerja domestik tercatat 10% di bawah rata-rata kawasan ASEAN. Sebagai perbandingan, produktivitas pekerja Indonesia hanya berkisar USD13 hingga USD15 Amerika Serikat per jam, tertinggal jauh dari Malaysia yang telah mencapai USD26 hingga USD27 per jam.

Untuk itu, IHCBS juga diharapkan menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan di bidang sumber daya manusia perusahaan maupun organisasi. Yunus menjelaskan, event IHCBS berawal dari banyaknya forum SDM di luar negeri, khususnya Amerika, yang bertujuan untuk membangun SDM yang unggul. Dari sana, terpikir untuk mengadakan kegiatan serupa guna mengembangkan potensi SDM dan generasi muda Indonesia agar semakin kompetitif dengan pemanfaatan teknologi.

Yunus berharap, melalui kegiatan IHCBS, para praktisi HR bisa mengikuti acara untuk bertukar pikiran dan inovasi guna pengembangan SDM di Indonesia. “Kita bermimpi bahwa event ini akan menjadi lebarannya orang HR. Dan sekarang rasa-rasanya itu sudah mulai terbentuk stigma dan image seperti itu,” sambung Yunus.

Mengusung tema besar bertajuk "Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next-Level Productivity", gelaran IHCBS 2026 menyadari bahwa adopsi kecerdasan buatan harus dikawal ketat dengan fondasi yang berpusat pada manusia. Acara puncak yang terselenggara pada 15-16 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, Pantai Indah Kapuk (PIK) ini, memperkuat kolaborasi yang melibatkan praktisi industri, akademisi, pemerintah, media massa, hingga ratusan komunitas pekerja.

“Pada tahun ini pun kita akan menghadirkan sebanyaknya anak-anak muda dengan tema-tema yang kita angkat yang lebih relevan lagi. Yang lebih menggugah lagi. Dan kita dalam event tahun ini kita libatkan pentahelix yang ada,” tutur Yunus.

CEO GML Performance Consulting Suwardi Luis menambahkan, IHCBS 2026 ingin menghadirkan ide baru mengenai pengembangan SDM di Indonesia. Terlebih, dengan hadirnya akal imitasi (artificial intelligence/AI), SDM Indonesia patut memanfaatkan momentum untuk menambah skill supaya semakin kompetitif.

“Kita ingin membangun bangsa Indonesia yang lebih baik, lebih secara terang bagi setiap warga kita, dan itu akan didorong hari ini, gak bisa lepas daripada AI dan digitalisasi. Tapi AI digitalisasi yang juga berorientasi dan digawangin dengan human capital capability dan human centric,” tambah Suwardi.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap agenda besar tersebut, IHCBS merilis IHCBS 2026 Blueprint Book berjudul Future-Ready Workforce: Insights from Human Capital Leaders on the Future of HR and the Indonesian Workplace in the AI Era. Buku tersebut menjadi salah satu inisiatif strategis IHCBS pada tahun 2025 lalu, yang dibuat dalam panduan yang tidak hanya merekam gagasan, tetapi juga mendorong implementasi nyata transformasi SDM di Indonesia.

Kontan - IHCBS Kilas Online

Buku yang merangkum pemikiran strategis dari dua puluh tujuh penulis ini dirancang sebagai peta jalan bagi pelaku industri untuk menyiapkan organisasi yang sangat adaptif terhadap gempuran disrupsi masa depan.

“Dalam konteks media dan penerbitan, buku ini juga menjadi rekam jejak intelektual perjalanan IHCBS sekaligus menjadi jembatan. Di jurnalis itu sering bilang bahwa buku adalah mahkota jurnalisme,” kata Director Kontan Cipta Wahyana, yang juga menjadi editor buku tersebut.

Korporasi pun turut ambil peran dalam kegiatan IHCBS 2026. Mayapada Hospital Group turut ambil bagian krusial dengan membawa terobosan teknologi kesehatan terpadu berbasis kecerdasan buatan yang mengedepankan aspek preventif demi menjaga konsistensi produktivitas para pekerja.

“Kami juga percaya bahwa productivity itu tidak lepas dari mind, body, and soul. Biasanya kalau kita bisa berproduktivitas dengan baik, pastinya secara tubuh, just money, dan secara mental juga itu harus baik. Itulah mengapa kami juga turut berpartisipasi dalam acara IHCBS,” kata Associate Director Marketing & Slaes Mayapada Hospital Group, Michelle C. Tjindarbumi.

Pada saat yang sama, International Test Center (ITC) Indonesia yang menekankan pentingnya kecakapan komunikasi bahasa Inggris berstandar internasional sebagai fondasi esensial dalam menaklukkan tuntutan ekosistem bisnis global yang kian serba otomatis dan kompetitif.

“Kami mendukung future of work. Jadi, walaupun saat ini semuanya serba AI, pastinya kemampuan bahasa Inggris, itu tetap menjadi hal yang utama ya,” kata GM Business Support ITC Indonesia, Yeni Widyasari.

Tidak hanya itu, IHCBS 2026 siap menghadirkan acara lainnya seperti Mega Session, Talk Show, AI & Digitalization Zone, Benchmark Visit, Exhibition Booth, sesi jejaring (networking), serta delapan Power Tracks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×