Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - Perusahaan saat ini tidak lagi hanya berlomba mengadopsi Artificial Intelligence (AI), otomatisasi dan transformasi digital, tetapi juga berlomba menyiapkan tenaga kerja yang mampu bekerja berdampingan dengan teknologi tersebut. Perubahan yang terjadi karena kemajuan teknologi menghadirkan peluang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi. Kehadiran tenaga kerja yang cakap teknologi secara langsung berkorelasi dengan lonjakan produktivitas perusahaan.
Namun, mengejar next-level productivity akan sulit dicapai jika karyawan masih melihat AI sebagai ancaman, bukan sebagai akselerator. IHCBS 2026 mendorong pendekatan human-centric AI, yaitu strategi yang menempatkan manusia sebagai pengendali utama teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
Suwardi Luis, CEO One GML dan Founder QuBisa menegaskan bahwa, “Di IHCBS 2026, kami fokus pada Human-Centric AI, bagaimana teknologi bekerja untuk manusia, bukan sebaliknya. Melalui Human-Centric AI, kita memperkuat kapasitas manusia untuk bekerja lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih berdampak.”
Cipta Wahyana selaku Managing Director KontanNews, menyampaikan bahwa percepatan adopsi AI menjadikan isu produktivitas dan kesiapan talenta sebagai agenda strategis di berbagai industri. “Perusahaan kini tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga SDM yang siap bertumbuh bersama teknologi. IHCBS 2026 menjadi forum relevan yang mempertemukan pemimpin bisnis, HR, regulator, dan pemangku kepentingan dalam ekosistem kolaboratif, sekaligus membuka insight strategis, networking, dan peluang kolaborasi di era transformasi,” ujarnya. 
Untuk mendukung tercapainya transformasi tersebut, IHCBS 2026 menghadirkan berbagai topik dan sesi yang dirancang dalam bentuk Mega Session dan 7 Power Tracks yang akan diisi oleh 70+ pembicara dari berbagai sektor industri. Seluruh rangkaian ini difokuskan untuk mempercepat kesiapan Indonesia dalam membangun AI-ready workforce yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan, kolaboratif, dan memiliki digital mindset yang kuat. IHCBS 2026 memastikan bahwa diskusi mengenai masa depan kerja tidak berhenti pada level wacana, tetapi benar-benar mendorong aksi nyata dalam pengembangan talenta dan transformasi organisasi.
Kesiapan tenaga kerja bukan hanya soal profitabilitas perusahaan, melainkan ketahanan nasional. Yunus Triyonggo, Ketua Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), menyampaikan bahwa transformasi ini tidak bisa lagi ditunda, “Tanpa talenta yang cakap teknologi, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi angan-angan. IHCBS 2026 menjadi katalisator bagi transformasi ini, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berhenti berwacana dan mulai beraksi dalam mencetak tenaga kerja yang kompetitif secara global.”
Dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta yang adaptif terhadap AI dan digitalisasi, IHCBS 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi perusahaan dan para profesional untuk mempercepat transformasi human capital mereka.
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, kunjungi:
https://www.qubisa.com/ihcbs
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













