IDC AMSI 2021: Perlindungan Data Pribadi adalah Prioritas!


Jumat, 26 November 2021 / 06:56 WIB
IDC AMSI 2021: Perlindungan Data Pribadi adalah Prioritas!
ILUSTRASI. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - Pandemi Covid-19 yang melanda selama hampir dua tahun tidak menyurutkan pertumbuhan periklanan digital di Indonesia. Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate pada Indonesia Digital Conference (IDC) 2021 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) secara virtual, Kamis (25/11).

Johnny juga menunjukkan data menarik dalam acara puncak IDC AMSI 2021 tersebut bahwa adopsi interaksi digital selama pandemi meningkat menjadi 58% pada Juli 2020 dari 20% pada 2017.

“Tren digitalisasi juga mendorong periklanan di ruang digital. Peningkatan layanan digital selama pandemi sudah mencapai 21 juta orang, sehingga pasar periklanan semakin aktif di Indonesia,” ujar Johny pada acara tahunan AMSI itu.

Baca Juga: Generasi Z dan Milenial merupakan pihak yang paling terdampak pandemi Covid-19

Menkominfo menyatakan dalam perhelatan puncak IDC AMSI 2021 tersebut, peningkatan ruang digital di Indonesia harus dibarengi dengan regulasi yang jelas dan komprehensif, terutama dalam hal perlindungan data pribadi bagi konsumen atau masyarakat Indonesia.

Selain Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU), pemerintah saat ini sedang menyusun Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).

“Seiring berkembangnya teknologi, sedang disusun produk hukum yang komprehensif, payung hukum utama perlindungan data pribadi di Indonesia yaitu RUU PDP,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, pemerintah akan membuka ruang kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya seperti akademisi, pelaku industri, publik dan media. Johnny mengatakan kerjasama ini penting agar layanan digital di Indonesia semakin terkoneksi dan maju. “Iklan digital ke depan perlu beradaptasi secara menyeluruh dan ada pendekatan baru kepada masyarakat,” tambahnya.

Pada forum yang sama, Google Asia Pacific Ads Privacy Lead Mike Katayama menyambut baik kerjasama antar pemangku kepentingan yang diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika. Menurut Mike, regulasi yang baik diyakini dapat mendorong pertumbuhan layanan digital dan konsistensi bisnis.

Baca Juga: Ditjen Pajak tebar surat tagihan pajak ke para pelapak e-commerce

Sejalan dengan itu, pelaku industri harus membaca dengan seksama peraturan dan menjalankan bisnis dengan tetap menghormati privasi data.

“Akhirnya kita dapat menemukan standar baru untuk perilaku, standar baru untuk teknologi tidak hanya digunakan untuk Google tetapi untuk semua. Sehingga sektor bisnis dan pemerintah dapat bekerja sama,” kata Mike di sesi kedua IDC bertema “Era Baru Peraturan Perlindungan Data Post Iklan Digital". "

Dalam sesi yang sama Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., Ririek Adriansyah mengatakan keberadaan RUU PDP sangat penting dan perlu diatur secara sempurna. Menurutnya, data analitik sangat berguna bagi pemerintah. Di sisi lain, perlindungan data pribadi perlu diatur, agar tidak merugikan salah satu pihak.

"Saya pikir kita perlu menemukan titik temu yang optimal, sekaligus melindungi data pribadi dan secara positif melindungi data pribadi orang," kata Ririek.

Baca Juga: BPS catat pemulihan ekonomi berdampak positif pada serapan tenaga kerja

Managing Director Wavemaker Indonesia Amir Suherlan mengatakan pelaku industri harus memahami perlindungan data pribadi.

Untuk itu, pelaku industri perlu didorong untuk mencari format baru dalam hal penggunaan data. "Saya yakin kita sudah mulai belajar mencari alternatif lain. Karena kepedulian terhadap perlindungan data ini sudah dimulai di negara lain jauh lebih awal," katanya.

Hal senada disampaikan CEO Trans Corporation Atiek Nur Wahyuni. Menurutnya, bisnis media dan hiburan di pasar global meningkat 4,2%.

Bahkan di Indonesia peningkatannya lebih signifikan, mencapai 9,6%. Selain itu, Trans Media juga concern terhadap perlindungan data pribadi.

Baca Juga: Britain alarmed by new COVID-19 variant spreading in South Africa

“Karena data merupakan aset besar yang bermanfaat dan tentunya harus digunakan dengan bijak dan baik. Perlindungan data bagi konsumen juga menjadi prioritas kami dalam berbisnis,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam ini dimoderatori oleh Ketua Ikatan Indonesia Digital (IDA) Dian Gemiano dan pembawa acara Bella Fawzi. Puncak IDC AMSI 2021 yang akan berlangsung pada 24-25 November dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. AMSI menghadirkan keynote speaker, Wakil Menteri Perdagangan Jerry, Menteri Kesehatan Budi Gunadi dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

Ketua Panitia IDC 2021 Machroni Kusuma mengatakan IDC merupakan kegiatan utama AMSI. Diharapkan pada tahun 2022 dapat diselenggarakan lebih besar lagi, dengan melibatkan seluruh wilayah perwakilan AMSI di tanah air. Hingga November, AMSI memiliki perwakilan dari 23 wilayah yang mencakup 25 provinsi dengan 372 perusahaan media online sebagai anggota.

Puncak IDC AMSI 2021 yang berlangsung selama dua hari terselenggara berkat dukungan Google, Astra, PT. BNI (Persero) Tbk., Bank Raya, PT. PLN (Persero), PT. Pertamina (Persero), bank bjb, PT. Bank Central Asia Tbk., PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Gubernur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×