kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
Tujuan Terkait

Ibu Rumah Tangga hingga Pelaku UMKM Ikut Terdampak Pelemahan Rupiah


Minggu, 21 April 2024 / 06:30 WIB
Ibu Rumah Tangga hingga Pelaku UMKM Ikut Terdampak Pelemahan Rupiah
ILUSTRASI. Rupiah tertekan sepanjang pekan ini. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah tertekan sepanjang pekan ini.  Jumat (19/4) rupiah spot ditutup di level Rp 16.260 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,49% dibanding hari sebelumnya Rp 16.179 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 2,53%.

Kepala Center of Digital Economy and SMEs Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eisha Maghfiruha mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS membawa dampak bagi perempuan terutama pada ibu rumah tangga sebagai konsumen dan perempuan sebagai pelaku usaha UMKM.

Ia menyampaikan, jika melihat dari sisi konsumen, adanya pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang meningkat pasti memberikan dampak terhadap biaya pengeluaran yang lebih besar terutama pada bahan pokok yang ketergantungan impor.

Baca Juga: Rupiah Terjerembab, OJK: Ketahanan Perbankan Terjaga

"Dalam komponen bahan-bahan pokok juga terdapat dari impor. Misalnya beras, tempe karena kacang kedelainya impor dan lain-lain. Untuk ibu-ibu pasti kalau harga di pasar naik kan teriak-teriak," kata Eisha, dalam acara Diskusi Publik Indef, Sabtu (20/4).

Sementara, dari sisi perempuan sebagai pengusaha UMKM, tekanan dolar AS juga berdampak pada kenaikan harga-harga input. Sebab, sejumlah pelaku UMKM saat ini sebagian besar menjadi penjual ulang (reseller) yang mengambil produknya dari barang luar negeri.

"Jadi depresiasi (rupiah) bisa memberikan dampak pada biaya produksi, sehingga nanti ujungnya harga produk akan meningkat kalau tidak bisa menahan biaya beban produksi," tuutpnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Tag


TERBARU

[X]
×