kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ibas: Tudingan terima uang Hambalang, rugikan saya


Jumat, 20 Desember 2013 / 18:13 WIB
ILUSTRASI. Lidah buaya (DOK/Tribunnews.com)


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) kembali membantah tuduhan Yulianis yang dialamatkan kepada putra bungsu SBY itu.

"Saya berulangkali menegaskan, tidak pernah menerima sejumlah uang yang disebut-sebut selama ini," kata  Ibas lewat pesan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta (Jumat, 20/12).

Ibas mengaku dirugikan atas informasi yang beredar selama ini. "Tentu hal ini sangat mengganggu dan merugikan nama baik saya," tambah Ibas yang telah melaporkan Yulianis ke Polda Metro terkait kasus pencemaran nama baik Maret 2013 lalu.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Partai Demokrat, Rachland Nashidik meragukan pernyataan Yulianis yang menyebutkan Ibas menerima sejumlah  uang.

"Yulianis tidak pernah menyerahkan uang kepada Sdr. Edhie Baskoro, melainkan seperti pengakuannya sendiri, uang itu diserahkan kepada Nazarudin," kata Rachland.

Rachland mengingatkan, publik perlu berhati-hati karena tuduhan Yulianis kemungkinan besar adalah bagian dari suatu parade persekongkolan untuk mendiskreditkan KPK.

"Tujuan akhir dari persekongkolan ini adalah melindungi pihak tertentu yang telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Caranya adalah dengan menciptakan opini keliru seolah KPK bekerja atas dasar suatu seleksi yang ditetapkan oleh kekuasaan politik. Fungsinya adalah mengembangkan opini bahwa si tersangka semata-mata adalah korban dari suatu operasi kekuasaan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×