kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Ibas belum diperiksa KPK, PKS protes


Selasa, 14 Januari 2014 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. Harus Tahu! Ketahui 4 Manfaat Witch Hazel untuk Kulit Kepala


Sumber: Kompas.com | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) protes karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Padahal, nama yang bersangkutan kerap disebutkan dalam sejumlah sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta.

"Saya tidak bisa mengerti, bagaimana Sekjen PD yang disebut terlibat dalam kongres, selalu disebut-sebut, tidak dipanggil. Sementara sekjen saya (Sekjen PKS Muhammad Taufik Ridho) dipanggil," ujar Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah, Selasa (14/1/2014) di Hotel Morrisey, Jakarta Pusat.

Dia menilai, KPK bersikap aneh dan tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi. Menurutnya, KPK berani memanggil Sekjen PKS, padahal hanya untuk menanyakan AD/ART PKS. "Padahal AD/ART kan bisa diunduh di web kami," kata anggota Komisi III DPR itu.

Seperti diberitakan, KPK sedang menelusuri kasus dugaan korupsi proyek pusat olahraga Hambalang yang dananya diduga mengalir ke Kongres Partai Demokrat 2010 lalu di Bandung, Jawa Barat.

Terkait itu, sejumlah politisi partai besutan Presiden SBY tersebut telah diperiksa oleh KPK, bahkan beberapa di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka lalu ditahan. Salah satu yang juga disebut namanya adalah Ibas. Putra bungsu Presiden dan Ketua Umum Partai Demokrat itu, saat itu menjadi Steering Committee (SC) Kongres.

Sejak namanya disebut, hingga kini, menantu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa itu belum pernah diperiksa KPK sekalipun. Baik menjadi saksi maupun sekadar dimintai keterangannya. (Deytri Robekka Aritonang)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×