kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Hore, plafon penyaluran KUR tahun depan naik signifikan menjadi Rp 190 triliun


Selasa, 26 November 2019 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pelayanan nasabah di kantor cabang utama Bank BRI Agro di Jakarta, Selasa (26/6).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 7% menjadi 6% pada 2020. Tak hanya itu, plafon penyaluran KUR juga naik signifikan 36% dari Rp 140 triliun menjadi Rp 190 triliun tahun 2020.

Kendati target penyaluran KUR mengalami kenaikan, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan, plafon KUR sektor produksi masih tetap 60% dari total penyaluran.

Baca Juga: Jamkrindo yakin bisnis tahun depan bisa naik double digit, ini alasannya

Iskandar menuturkan, memang pernah ada wacana untuk menaikkan plafon bagi sektor produksi, tetapi dengan adanya kondisi perekonomian global yang melambat, dikhawatirkan penyaluran KUR ke sektor produksi tidak bisa mengalir dengan lancar.

Selain itu, ini juga disebabkan keinginan pemerintah pusat mempertahankan konsumsi, sehingga banyak KUR yang masuk ke sektor perdagangan. Apalagi dengan kondisi perdagangan e-commerce sedang naik daun.

"Maka dari itu, untuk mengakomodir agar pertumbuhan tidak turun, kita kendorkan sedikit. Jadi jangan terlalu memaksakan sektor produksi," kata Iskandar pada Selasa (26/11) di Jakarta.

Baca Juga: Jelang akhir tahun, bisnis Jamkrindo tumbuh 19%




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×