kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Hipmi siap dukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan


Jumat, 17 April 2020 / 19:59 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat beras di pasar induk beras Cipinang, Jakarta, Kamis (25/7).


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Masalah ketahanan pangan menjadi pembahasan serius. Ketika Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam memenuhi pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, tidak hanya dari sisi produksi, kebijakan masyarakat untuk memaksimalkan kegiatan dari rumah, menjadi tantangan tersendiri bagi pendistribusian pangan masyarakat.

Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) siap mendukung langkah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan utama, khususnya beras.

Ketua Bidang Kemaritiman, Pertanian, Kehutanan & Lingkungan Hidup BPP HIPMI Robert Muda Hartawan menyatakan, siap mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan domestik melalui pengembangan sektor pertanian.

Baca Juga: Pebisnis hotel dan restoran ingin bantuan likuiditas

"HIPMI di 34 provinsi siap mendukung pemenuhan kebutuhan pangan pemerintah, khususnya beras dan produk sembako lainnya. Kami pastikan mampu memasok kebutuhan pangan masyarakat dengan konsep pertanian terpadu, seperti meningkatkan kolaborasi bidang bisnis, investasi, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," kata Robert dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4).

Oleh karena itu, lanjut Robert, HIPMI menghimbau kepada pemerintah mendukung produsen bahan pangan untuk tetap bisa beroperasi, baik petani, nelayan, maupun peternak. Khususnya melalui kredit usaha rakyat (KUR).

Pasalnya, sejak adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mengakibatkan kebanyakan masyarakat tidak dapat bekerja dan memperoleh penghasilan sebagaimana mustinya.

Baca Juga: Hipmi minta agar hotel swasta dapat digunakan untuk menampung pasien virus corona

"HIPMI siap menjadi bagian ekosistem platform dari hulu sampai hilir. Dari produksi komoditas, pembuatan nilai tambah dan supply chain sampai ke end user untuk sektor pangan," ucapnya.

Meskipun demikian, untuk mendorong peran serta pengusaha, pihaknya mengharapkan pemerintah memberikan keberpihakan dan dukungan insentif bagi pengusaha untuk mengembangkannya dengan memastikan ketercukupan pasokan bahan pangan.

Lalu memastikan jalur distribusi yang memadai dan terjangkau, sehingga bisa memangkas biaya logistik. Termasuk intervensi pemerintah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan jalur distribusi yang dipastikan akan menghilangkan ekonomi biaya tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×