kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Hingga 19 Mei 2026, BI Borong SBN Rp 140,57 Triliun untuk Jaga Likuiditas di Pasar


Rabu, 20 Mei 2026 / 17:15 WIB
Hingga 19 Mei 2026, BI Borong SBN Rp 140,57 Triliun untuk Jaga Likuiditas di Pasar
ILUSTRASI. Bank Indonesia telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 140,57 triliun hingga 19 Mei 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 140,57 triliun hingga 19 Mei 2026 sebagai upaya menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan di tengah gejolak ekonomi global.

BI juga tercatat melakukan pembelian SBN di pasar sekunder sebesar Rp 73,28 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari sinergi erat antara kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

“Ini untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan, dan sekaligus sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Gubernur BI Beberkan Empat Alasan Utama Menaikkan BI Rate Jadi 5,25% pada Mei 2026

Perry mengatakan, pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar secara terukur dan transparan serta tetap konsisten dengan program moneter Bank Indonesia.

“Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian dan mempertahankan kredibilitas kebijakan moneter,” katanya.

Ia menjelaskan, langkah pembelian surat utang pemerintah tersebut dilakukan sejalan dengan kebijakan ekspansi likuiditas moneter yang ditempuh Bank Indonesia guna memastikan likuiditas di pasar keuangan tetap memadai meski BI baru saja menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25%.

Baca Juga: Purbaya Beri Sinyal Tak Kerek Tarif Cukai 2027, Begini Respons Industri Rokok

Dengan likuiditas yang tetap longgar, BI berharap perbankan masih memiliki ruang yang cukup untuk menyalurkan kredit ke sektor riil sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di tengah tekanan global dan volatilitas pasar keuangan.

Selain menjaga likuiditas, pembelian SBN di pasar sekunder juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasar obligasi domestik di tengah tingginya tekanan eksternal akibat penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×