kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Hatta desak KPPU cek soal dugaan kartel pangan


Rabu, 13 Februari 2013 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. Jelang UEFA Nations League 2021: 5 laga Italia vs Spanyol dalam sejarah


Reporter: Fahriyadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Adanya dugaan ketidakberesan dalam struktur pasar produk pangan nasional, seperti daging sapi, yang menjurus ke arah kartel membuat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk segera bergerak.

"Di Republik (Indonesia) ini, tak boleh ada kartel karena menyengsarakan banyak orang. Tetapi kita juga jangan gegabah bilang ini kartel, itu kartel. Itu kewenangan KPPU untuk mengecek," ujar Hatta, Rabu (13/2).

Hatta bilang, sejauh ini, baru ada laporan dari Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang mensinyalir adanya kartel di sektor pangan. "Saya bereaksi keras dan harus kita perangi ramai-ramai. Kita harus membuat tata niaga yang sehat dan membuat kemandirian pangan kita," lanjut Hatta.

Meski demikian, hingga saat ini, Hatta mengaku belum mendapatkan laporan khusus mengenai kartel pangan dan meminta KPPU untuk segera mengungkapnya. "Kita dorong itu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×