kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

YLKI minta KPPU kuak permainan harga daging sapi


Rabu, 06 Februari 2013 / 21:30 WIB
YLKI minta KPPU kuak permainan harga daging sapi
ILUSTRASI. Promo kopi Starbucks Barista Idol’s, yakni kopi kreasi para barista. Beli 1 Rp 29.000, sedangkan Beli 2 Rp 50.000 (dok/Starbucks Indonesia)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kelangkaan daging sapi yang menyebabkan harganya melambung membuat konsumen resah. Hal ini mendorong Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendorong agar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bergerak guna meneliti adanya dugaan permainan harga untuk komoditi pangan yang cukup strategis ini.

Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo menyatakan, hal ini menjadi tugas KPPU untuk membuktikan adanya kartel dalam pasar daging sapi nasional.

"Aspek perlindungan kepada konsumen bukan hanya dari aspek kesehatan dan keamanan daging sapi itu sendiri, tapi juga dari sisi keterjangkauan harga beli," ujar Sudaryatmo saat menghadiri Rapat dengan KPPU, Rabu (6/2).

Ia berharap, ketidakwajaran harga daging sapi ini bisa diselesaikan pemerintah agar konsumen tak dirugikan.

Sementara itu, Ketua KPPU, Nawir Messi menyatakan kenaikan harga daging sapi ini karena adanya kelangkaan. Menurutnya, kelangkaan ini merupakan ironi dari cita-cita swasembada daging di tahun 2014.

Nasir juga menyebut, setiap laporan yang masuk kepada KPPU terkait harga dan kelangkaan daging sapi ini bakal menjadi pertimbangan KPPU dan rekomendasi kepada pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×