kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.827   -1,00   -0,01%
  • IDX 8.121   88,78   1,11%
  • KOMPAS100 1.145   13,64   1,21%
  • LQ45 828   7,00   0,85%
  • ISSI 288   4,55   1,61%
  • IDX30 430   3,65   0,86%
  • IDXHIDIV20 516   3,13   0,61%
  • IDX80 128   1,34   1,06%
  • IDXV30 140   1,13   0,81%
  • IDXQ30 140   0,86   0,62%

Hatta: Banjir di Jakarta bisa mengerek inflasi


Jumat, 18 Januari 2013 / 13:54 WIB
Hatta: Banjir di Jakarta bisa mengerek inflasi
ILUSTRASI. Penurunan lelang sukuk negara karena sentimen negatif eksternal. Salah satunya gagal bayar utang (default) Evergrande. KONTAN/Baihaki/12/8/2014


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, banjir yang melanda DKI Jakarta bisa berdampak buruk pada perekonomian. Terutama, dampak terhadap kenaikan harga bahan pangan yang berujung pada kenaikan inflasi.

"Mengerek harga ke atas, ya bisa menimbulkan inflasi," katanya saat ditemui di kantor Presiden, Jumat (18/1). Sebagai langkah antisipasinya, Hatta sudah menginstruksikan distribusi bahan pangan tetap lancar. Selain itu, kata Hatta, saat ini Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah siap melakukan operasi pasar.

"Kita punya stok beras untuk 7 bulan. Bulog punya lebih dari 2 juta ton hingga akhir tahun. Bulog dan Pemda kalau ada gangguan pasokan, harga naik cepat melakukan operasi pasar," jelasnya.

Sebagai perbandingan saja, banjir besar yang terjadi Januari 2007 silam berakibat pada kerugian ekonomi senilai Rp 2,2 triliun. Sedangkan kerugian akibat banjir yang terjadi belakangan ini belum diketahui, dan pemerintah belum merilisnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×