kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Hary Tanoe gagal klarifikasi kasusnya ke KPK


Jumat, 15 Juni 2012 / 15:45 WIB
ILUSTRASI. PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) akan produksi masker


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Chief Executive Officer (CEO) PT Bhakti Investama Tbk (BHIT), Hary Tanoesudibjo mengaku datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan klarifikasi atas tuduhan suap yang diduga berkaitan dengan BHIT. Ia mengaku datang ke KPK untuk klarifikasi, bukan memenuhi panggilan KPK.

Namun. kedatangan Hary ke KPK itu tidak mendapat sambutan dari KPK. Harry mengaku, KPK belum siap menerima penjelasan darinya. “Tetapi mereka (KPK) sudah menjadwalkan memanggil saya pada tanggal 22 Juni mendatang,” kata Hary di Jakarta, Jumat (15/6).

Lebih kurang satu jam lamanya Hary berada di kantor KPK didampingi Yusril Ihza Mahendra. Hary tiba sekitar pukul 13.40 WIB, lalu keluar lagi sekitar pukul 15.00 WIB. Harry juga sempat membantah adanya tuduhan keterlibatan permainan pajak oleh perusahaannya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan seorang pegawai pajak bernama Tommy Hindratno, dan seorang pengusaha bernama James Gunardjo. Keduanya diduga terlibat skandal suap pembayaran pajak, yang melibatkan BHIT.

Keduanya tertangkap tangan sedang melakukan transaksi suap di sebuah rumah makan, di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saat itu, KPK mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 280 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×