kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Hary Tanoe gagal klarifikasi kasusnya ke KPK


Jumat, 15 Juni 2012 / 15:45 WIB
ILUSTRASI. PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) akan produksi masker


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Chief Executive Officer (CEO) PT Bhakti Investama Tbk (BHIT), Hary Tanoesudibjo mengaku datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan klarifikasi atas tuduhan suap yang diduga berkaitan dengan BHIT. Ia mengaku datang ke KPK untuk klarifikasi, bukan memenuhi panggilan KPK.

Namun. kedatangan Hary ke KPK itu tidak mendapat sambutan dari KPK. Harry mengaku, KPK belum siap menerima penjelasan darinya. “Tetapi mereka (KPK) sudah menjadwalkan memanggil saya pada tanggal 22 Juni mendatang,” kata Hary di Jakarta, Jumat (15/6).

Lebih kurang satu jam lamanya Hary berada di kantor KPK didampingi Yusril Ihza Mahendra. Hary tiba sekitar pukul 13.40 WIB, lalu keluar lagi sekitar pukul 15.00 WIB. Harry juga sempat membantah adanya tuduhan keterlibatan permainan pajak oleh perusahaannya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan seorang pegawai pajak bernama Tommy Hindratno, dan seorang pengusaha bernama James Gunardjo. Keduanya diduga terlibat skandal suap pembayaran pajak, yang melibatkan BHIT.

Keduanya tertangkap tangan sedang melakukan transaksi suap di sebuah rumah makan, di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saat itu, KPK mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 280 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×