Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Central Asia (BCA) meyakini, neraca perdagangan Indonesia tetap mencetak surplus pada bulan Juni 2023.
Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, surplus neraca perdagangan Juni 2023 sebesar US$ 971 juta.
Surplus ini meningkat bila dibandingkan dengan surplus pada bulan Mei 2023 yang sebesar US$ 440 juta.
Meski surplus neraca perdagangan Juni diperkirakan lebih tinggi dibanding Mei, David mengatakan ada potensi penurunan kinerja baik ekspor maupun impor.
Baca Juga: Ekonom Perkirakan Neraca Perdagangan Juni 2023 Surplus US$ 1,17 Miliar
"Faktor yang membuat ekspor dan impor turun cukup dalam karena hari kerja yang jauh lebih sedikit pada Juni 2023, yaitu 17 hari," terang David kepada Kontan.co.id, Jumat (14/7).
Pada periode sama tahun sebelumnya, jumlah hari kerja sebanyak 21 hari. Ini karena, pada Juni 2023 ada penetapan cuti bersama sehubungan Idul Adha.
Dari hitungan David, nilai ekspor pada bulan Juni 2023 tergerus 9,97% dari bulan sebelumnya. Pun menurun 25,23% dari Juni 2022.
Ini juga sehubungan dengan penurunan harga batubara dan minyak sawit mentah yang merupakan komoditas andalan ekspor Indonesia.
Sedangkan nilai impor pada bulan Juni 2023 diyakini menurun 12,69% mom. Ini pun menurunn 11,54% bila dibandingkan dengan Juni tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













