kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Hari ini menteri bahas empat dokumen di KTT IORA


Senin, 06 Maret 2017 / 11:43 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Senin (6/3/2017), Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Lingkar Samudera Hindia atau Indian Ocean Rim Association ( KTT IORA ) dijadwalkan membahas empat dokumen di tingkat menteri. Ada empat dokumen yang akan dihasilkan dalam KTT IORA yang digelar 5–7 Maret 2017 di Jakarta Convenction Center (JCC), Jakarta.

Empat dokumen itu adalah IORA Concord, IORA Action Plan, IORA Declaration on Preventing and Countering Terrorism and Violent Extremism. Serta Joint Declaration of the IORA Business Community to Build Partnerships for a Sustainable and Equitable Economic Growth.

Keempatnya baru akan didiskusikan secara berjenjang di tingkat menteri Senin ini, setelah sebelumnya dibahas di pertemuan tingkat pejabat tinggi pada Minggu (5/3/2017). Selasa (7/3/2017), empat dokumen tersebut baru akan disahkan para kepala negara atau perdana menteri.

Empat dokumen tersebut dihasilkan demi mendorong perdamaian, kestabilan, dan kesejahteraan negara-negara kawasan Samudra Hindia. Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan KTT IORA tahun ini.

KTT IORA kali ini mengangkat sejumlah bidang kerja sama, di antaranya keamanan dan keselamatan maritim, dan fasilitasi perdagangan investasi. Selain itu, akan dibahas pula perkara manajemen risiko bencana, manajemen perikanan, akademi dan IPTEK, pariwisata dan pertukaran budaya, pemberdayaan perempuan, dan blue economy.

(Ruth Vania C)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×