kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Harga Komoditas Mulai Melandai, BPS Ingatkan Kinerja Ekspor Terancam Melempem


Senin, 15 Agustus 2022 / 16:49 WIB
Harga Komoditas Mulai Melandai, BPS Ingatkan Kinerja Ekspor Terancam Melempem
ILUSTRASI. Aktifitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/8/2022). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia masih mengecap manisnya buah peningkatan harga komoditas. Hal ini ditunjukkan dari kinerja ekspor di sepanjang Januari 2022 hingga Juli 2022 yang sebesar US$ 166,70 triliun. Nilai ekspor ini meningkat 36,36% bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, yang pada waktu itu tercatat US$ 122,25 miliar. 

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengakui, kinerja manis ekspor pada tujuh bulan pertama tahun ini memang tak lepas dari tingginya harga komoditas. 

"Ini memang menunjukkan pertumbuhan yang impresif, utamanya didorong peningkatan harga komoditas, khususnya ekspor utama Indonesia," tutur Setianto dalam pembacaan hasil Neraca Perdagangan Juli 2022, Senin (15/8). 

Namun, Setianto mengingatkan, kinerja ekspor yang tinggi tak bisa bertahan selamanya. Bila menurut pengamatannya, ini terjadi karena mulai turunnya harga komoditas. Di sisi lain, Setianto melihat volume ekspor Indonesia cenderung stagnan, sehingga bila harga komoditas mulai melorot, ekspor berpotensi kehilangan taringnya.  

Baca Juga: Neraca Perdagangan Juli 2022 Surplus US$ 4,23 Miliar

Pada Juli 2022 saja, harga beberapa komoditas utama ekspor maupun impor Indonesia mulai menurun. Sebut saja komoditas ekspor andalan Indonesia minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) mencatatkan harga US$ 1.056,6 per metrik ton. Ini terpantau menurun 29,61% mom dan bila dibandingkan dengan tahun lalu, harga CPO sudah terkoreksi 0,60% yoy. 

Pun harga nikel tercatat US$ 21,5 per metrik ton, atau turun 16,28% mom. Namun, secara tahunan harga nikel masih meningkat 14,20% yoy. Sedangkan harga feronikel harus jatuh ke US$ 0,4 per dmtu. 

Kabar baiknya, komoditas andalan ekspor Indonesia lainnya, yaitu batubara masih tinggi. Pada akhir Juli 2022, harga batubara tercatat US$ 306,4 per metrik ton atau naik 7,55% mom. Dan bila dibandingkan dengan akhir Juli 2021, harga batubara ini terpantau meroket 150,53% yoy. 

Sedikit banyak, ini memengaruhi kinerja ekspor Indonesia pada Juli 2022. Nilai ekspor sudah mulai melambat. Ekspor pada bulan tersebut sebesar US$ 25,27 miliar, atau turun 2,20% dibandingkan nilai ekspor bulan Juni 2022 yang sebesar US$ 26,15 miliar. 

Baca Juga: BPS: Nilai Impor Juli 2022 Naik 1,64% mom

Bila tren harga komoditas terus normalisasi dan tetap tidak ada peningkatan volume ekspor, maka ia khawatir akan prospek surplus neraca perdagangan ke depan. 

"Barangkali perlu waspada terhadap neraca perdagangan bulan-bulan ke depan. Ini harus menjadi perhatian kita ke depan, terutama terkait capaian surplus selama ini yang tidak disertai peningkatan volume yang signifikan," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Berkomunikasi dengan Diplomatis dan Asertif

[X]
×