kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.897   15,00   0,08%
  • IDX 6.320   -54,10   -0,85%
  • KOMPAS100 826   -9,36   -1,12%
  • LQ45 628   -5,71   -0,90%
  • ISSI 218   -1,83   -0,83%
  • IDX30 351   -3,13   -0,88%
  • IDXHIDIV20 427   -2,47   -0,58%
  • IDX80 94   -1,01   -1,06%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,67%
  • IDXQ30 111   -0,74   -0,66%

Harga komoditas menggerek inflasi November


Rabu, 01 Desember 2010 / 11:28 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kenaikan harga komoditas memicu inflasi November lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan harga beras menjadi pemicu utama laju inflasi bulan lalu.

Kepala BPS Rusman Heriawan menerangkan, harga beras memberikan kontribusi sebesar 0,12%. "Dimana ada kenaikan sebesar 2%," kata Rusman, Rabu (1/12).

Selain beras, harga bawang juga memberikan kontribusi bagi inflasi. Bawang merah memberikan kontribusi sebesar 0,07%. Lalu, emas memberikan kontribusi sebesar 0,05% dan minyak goreng sebesar 0,04.

Pada November lalu, BPS mencatat inflasi sebesar 0,6%. Bila dihitung selama Januari hingga November, inflasi sudah berada di level 5,98%. Sedangkan year on year, inflasi sebesar 6,33%.

Angka inflasi bulan lalu tak jauh dari kisaran para analis dan Bank Indonesia sebelumnya. Bank Indonesia (BI) sebelumnya memprediksi, inflasi November 2010 secara year to date inflasi masih di bawah 5,6%. "Maka itu kami melihat sampai akhir tahun nanti inflasi di sekitar 6%," kata Gubernur BI Darmin Nasution. Selama tahun ini, BI memprediksi inflasi sekitar 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×