kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.911   0,00   0,00%
  • IDX 6.417   82,22   1,30%
  • KOMPAS100 847   11,86   1,42%
  • LQ45 639   6,24   0,99%
  • ISSI 221   3,29   1,51%
  • IDX30 359   2,34   0,66%
  • IDXHIDIV20 442   1,25   0,28%
  • IDX80 96   1,21   1,27%
  • IDXV30 120   0,93   0,78%
  • IDXQ30 115   0,50   0,44%

Harga gula tinggi, ini yang akan dilakukan Kemendag


Selasa, 28 April 2020 / 17:38 WIB
Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Tak hanya retail modern, Suhanto pun memastikan gula yang diproduksi ini akan sampai ke pasar tradisional.

"Pasar tradisional juga harus diisi dengan distributor yang kami kendalikan tadi. Artinya tidak ada lagi jalur dari D-1 [distributor 1], D-2, D3, karena ternyata yang terjadi saat ini seperti itu, sehingga ujungnya harganya mahal," kata Suhanto.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Beberapa daerah defisit beras, cabe, bawang, gula dan telur

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun mengatakan saat ini terjadi disparitas harga gula di pasar tradisional dan modern. Menurut dia, gula yang disalurkan ke pasar tradisional tersebut sudah melalui beberapa distributor sehingga memicu tingginya harga gula.

"Oleh karena itu disepakati bahawa sisa penugasan gula rafinasi yang jumlahnya masih 160.000 ton itu akan disalurkan melalui retail modern sehingga harga di pasar bisa sesuai HET. Namun tidak melupakan pasar tradisional sehingga nanti ada pengaturan-pengaturan untuk pasar tradisional," kata Listyo.

Diharapkan, dengan upaya ini, harga gula bisa segera sesuai dengan HET yakni sebesar Rp 12.500 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×