kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.746   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.586   60,78   0,93%
  • KOMPAS100 863   11,63   1,37%
  • LQ45 654   9,78   1,52%
  • ISSI 229   0,81   0,35%
  • IDX30 366   5,89   1,63%
  • IDXHIDIV20 452   8,70   1,96%
  • IDX80 98   1,46   1,51%
  • IDXV30 125   1,49   1,20%
  • IDXQ30 117   2,09   1,82%

Harga Daging Ayam Ras Melonjak, Salah Satunya Imbas Program MBG


Selasa, 01 September 2026 / 14:20 WIB
Harga Daging Ayam Ras Melonjak, Salah Satunya Imbas Program MBG
ILUSTRASI. Ayam Potong (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, daging ayam ras menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Indonesia pada Agustus 2026. Kenaikan permintaan daging ayam terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah periode libur sekolah berakhir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, peningkatan permintaan daging ayam ras pada Agustus 2026 dipengaruhi oleh sejumlah momentum.

“Terjadi peningkatan permintaan daging ayam ras pada Agustus 2026, beberapa penyebabnya di antaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT RI, dan program MBG, setelah periode libur sekolah berakhir,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Cabai hingga Ayam Naik, Harga Pangan Terancam Bergejolak di Agustus Akibat El Nino

Sebagaimana diketahui, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi secara bulanan sebesar 0,21% month to month (mtm) atau meningkat dari bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi 0,14% mtm.

Sementara itu, secara tahunan mencatatkan inflasi sebesar 3,19% year on year (yoy) pada Agustus 2026, atau meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2,88% yoy. Sementara itu, secara tahun kalender mencatatkan inflasi 1,86% year to date (ytd) atau naik dari bulan sebelumnya sebesar 1,65% ytd.

Adapun bila dilihat dari kelompok pengeluaran, yang mendorong inflasi bulanan terbesar  terutama pada makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi 0,57% mtm, dan kelompok tersebut memberikan andil inflasi 0,17% mtm.

Baca Juga: MBG Berjalan Lagi, Bapanas Mengklaim Harga Telur dan Ayam Kembali Naik

Sementara itu, komoditas yang dominan mendorong inflasi bulanan pada kelompok makanan minuman, minuman, dan tembakau terutama daging ayam ras dengan andil inflasi 0,17% mtm.

“Kemudian, cabai rawit, ikan segar dan juga beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02%. Serta kacang panjang, buncis, jagung manis, ketimun, semangka, sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret putih mesin (SPM) dengan andil inflasi masing-masing 0,01%,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, harga daging ayam ras pada awal September 2026 menembus Rp 43.000 hingga Rp 44.000 per kilogram (kg). Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) mencatat, harga ayam hidup saat ini kisaran Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kg. Harga tersebut naik dari sebelumnya kisaran Rp 13.000 hingga Rp 15.000.

Baca Juga: Ikappi Beberkan Harga Pangan Naik Jelang September 2026, Ayam Tembus Rp 44.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×