kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.892   37,00   0,21%
  • IDX 6.304   -81,02   -1,27%
  • KOMPAS100 825   -9,83   -1,18%
  • LQ45 629   -5,72   -0,90%
  • ISSI 218   -4,12   -1,85%
  • IDX30 349   -4,07   -1,15%
  • IDXHIDIV20 435   -4,48   -1,02%
  • IDX80 94   -1,04   -1,10%
  • IDXV30 119   -1,42   -1,18%
  • IDXQ30 112   -1,21   -1,07%

BMKG Perkirakan Musim Hujan Akan Dimulai Awal November, Lebih Lambat dari Perkiraan


Selasa, 22 September 2026 / 13:08 WIB
BMKG Perkirakan Musim Hujan Akan Dimulai Awal November, Lebih Lambat dari Perkiraan
ILUSTRASI. Indonesia diperkirakan akan mengalami musim hujan yang lebih singkat dari biasanya tahun ini, dimulai pada bulan November 2026. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia diperkirakan akan mengalami musim hujan yang lebih singkat dari biasanya tahun ini, dimulai pada bulan November 2026.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, pola cuaca El Nino diperkirakan akan berlangsung hingga kuartal pertama tahun 2027.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan musim hujan akan tiba pada bulan Oktober 2026, waktu di mana musim hujan biasanya dimulai. "Sekitar 61% wilayah daratan Indonesia akan mengalami keterlambatan awal musim hujan," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026), seperti dilansir Reuters.

Musim hujan diperkirakan tiba pada awal November 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk beberapa bagian Kalimantan serta pulau Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.

Baca Juga: Atasi Bencana di RI, Prabowo Minta BRIN Kaji Zat Paling Efektif Untuk Modikasi Cuaca

Musim kemarau yang berkepanjangan telah berkontribusi pada kebakaran hutan paling parah di Indonesia dalam 11 tahun terakhir, seiring fenomena cuaca super El Nino yang memicu kenaikan suhu dan menyebabkan kekeringan.

Kebakaran telah menghanguskan 202.000 hektare lahan antara bulan Januari dan Juli menurut data resmi. Kelompok lingkungan YKAN memperkirakan tambahan 600.000 hektare lahan terdampak pada bulan Agustus 2026.

BMKG menyarankan sektor pangan untuk menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman dengan masa tanam lebih singkat guna mengantisipasi musim kemarau yang berkepanjangan.

Musim hujan akan mencapai puncaknya di sebagian besar wilayah Indonesia pada bulan Desember, dengan kemungkinan hujan lebat masih akan terjadi pada bulan Januari dan Februari tahun depan.

Pola cuaca El Nino masih memberikan dampak kuat di sebagian besar wilayah Indonesia selama bulan September 2026. Fenomena tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga kuartal pertama, namun dampaknya terhadap kekeringan akan berakhir saat musim hujan tiba.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Meluas, Pemerintah Optimalkan Modifikasi Cuaca

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×