kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga cabai rawit setara daging sapi, ini dia yang jadi biang keroknya


Rabu, 05 Februari 2020 / 10:32 WIB
ILUSTRASI. Harga cabai rawit melonjak tajam. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/hp.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Di sisi lain, cara budidaya cabai yang dilakukan petani belum banyak berubah, artinya belum banyak petani cabai yang menanam dengan motede intensifikasi. "Sudah begitu iklim sekarang berubah, penyakit banyak, lahan semakin menyempit, tanah menurun kesuburannya, cara menanamnya masih sama. Cara berbudidaya petani belum berubah. Pemerintah juga harus aktif melakukan pembinaan cara bercocok tanam yang baik," ujar Hamid yang juga pengepul cabai ini.

Bikin jantungan Mentan

Masalah harga ini sudah terjadi sejak lama. Di era Menteri Pertanian Amran Sulaiman, polemik harga cabai juga cukup menyita waktu pemerintah. Saat itu, Amran Sulaiman mengatakan bahwa harga cabai yang melambung tinggi telah membuatnya terganggu.

Baca Juga: Mentan: Harga cabai naik karena faktor cuaca

“Kami merasa terganggu beberapa hari ini harga cabai rawit meningkat sehingga membuat jantung saya melompat,” kata Amran dalam kunjungan kerja di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (11/1/2017) silam.

Oleh karena itu, Amran berharap para ibu-ibu di setiap rumah tangga bersedia menanam cabai, paling tidak lima pohon saja di pekarangannya untuk mengantisipasi fluktuasi harga cabai yang terjadi setiap tahun.

Baca Juga: Impor China dicegah, harga bawang putih mulai meroket

“Ini cabai saja berteriak 'malas'. Kenapa malas? Ibu-ibu ada 126 juta penduduk Indonesia, kalau ini bergerak tanam cabai, mengurangi gosipnya lima menit, dengan tanam cabai lima menit per pagi, selesai persoalan cabai di Republik ini yang selalu kita bahas,” ujarnya.

Tujuan dari penanaman cabai di pekarangan rumah itu, lanjut Amran, di antaranya agar kebutuhan cabai segar bisa terpenuhi, menekan pengeluaran belanja dan menekan inflasi.

(Sumber: KOMPAS.com/Wayan A. Mahardhika, Kiki Andi Pati | Editor: Sakina Rakhma Diah Setiawan, Caroline Damanik)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Biang Kerok Mahalnya Cabai dan Masalah Klasik Menahun"
Penulis : Muhammad Idris
Editor : Yoga Sukmana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×